Detiktoday.com, TANAH DATAR – Polres Tanah Datar menggelar diskusi bersama tokoh adat dan tokoh agama sebagai bentuk keseriusan dalam menyikapi berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya terkait kenakalan remaja dan perilaku yang dinilai bertentangan dengan norma adat serta agama. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Mustaqim, Kecamatan Lima Kaum, Rabu (2/7/2026).
Diskusi ini digelar menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap pergaulan bebas di kalangan generasi muda yang dinilai dapat berdampak negatif terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Tanah Datar AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto, tokoh adat Sumatera Barat Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto, Basrizal Dt Pangulu Basa, tokoh agama Ustaz Yasin, serta sejumlah ninik mamak dan unsur masyarakat lainnya.
Kapolres Tanah Datar AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto mengatakan, upaya penanganan berbagai persoalan sosial tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata, tetapi memerlukan sinergi dengan tokoh adat dan tokoh agama.
“Sebagai penegak hukum di wilayah Tanah Datar, kami perlu membangun komunikasi dan kerja sama dengan para tokoh adat serta tokoh agama dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di kalangan generasi muda. Dengan kebersamaan, kita dapat melakukan langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif,” ujarnya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya para ninik mamak dan tokoh adat, dapat berperan aktif dalam membimbing generasi muda agar terhindar dari perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai adat dan agama.
“Kami mengajak seluruh ninik mamak, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka,” katanya.
Sementara itu, tokoh adat Sumatera Barat, Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto, menilai persoalan sosial yang terjadi saat ini merupakan tantangan bersama yang harus mendapat perhatian serius dari seluruh pemangku adat.
Menurutnya, peran ninik mamak sangat penting dalam memberikan pembinaan dan pengawasan kepada generasi muda agar tetap berpegang pada nilai-nilai adat Minangkabau dan ajaran agama.
“Kami mengimbau seluruh ninik mamak untuk bersama-sama melakukan pembinaan kepada anak kemenakan agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan,” tuturnya.
Senada dengan itu, Basrizal Dt Pangulu Basa mengajak seluruh unsur adat untuk memperkuat kolaborasi dengan aparat kepolisian dalam menjaga ketertiban sosial dan membina generasi muda.
“Kami mengajak seluruh elemen adat untuk bersatu dan berperan aktif dalam menjaga generasi penerus agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, beradat, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.