Prediksi Pakar soal Harga Emas Pekan DepanPrediksi Pakar soal Harga Emas Pekan Depan

Prediksi Pakar soal Harga Emas Pekan DepanPrediksi Pakar soal Harga Emas Pekan Depan

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan pekan depan. Kalangan pakar mengungkapkan bahwa tekanan dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS), tingginya imbal hasil obligasi AS, serta ekspektasi suku bunga tinggi The Fed bakal terus membayangi pergerakan harga emas.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan, secara teknikal pergerakan harga emas pada timeframe harian masih menunjukkan tren bearish yang cukup kuat. Dengan demikian, pelemahan harga logam mulia tersebut berpotensi terjadi hingga jangka menengah.

“Selama harga masih bergerak di bawah area Moving Average (MA) 21 dan MA 50, tekanan bearish diperkirakan masih mendominasi pasar,” ujar Geraldo dalam risetnya, baru-baru ini.

Secara teknikal, lanjut dia, harga emas diproyeksikan berpotensi turun menuju area support terdekat di level US$ 4.558 per ons troi. Jika tekanan jual terus meningkat, maka pelemahan diperkirakan dapat berlanjut hingga area US$ 4.481 per ons troi.

Menurut Geraldo, indikator stochastic juga masih bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual. Meski kondisi oversold berpotensi memicu rebound sementara, arah indikator yang masih melemah menunjukkan tekanan jual belum mereda.

Selain faktor teknikal, Geraldo menjelaskan, sentimen fundamental global turut menjadi beban bagi harga emas. Penguatan dolar AS membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor global yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan cenderung melemah.

“Di sisi lain, tingginya yield obligasi pemerintah AS juga mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven karena investor lebih memilih instrumen berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi,” papar Geraldo.

Tekanan The Fed

Share