Harga Emas Anjlok di Tengah Memanasnya Timur TengahHarga Emas Anjlok di Tengah Memanasnya Timur Tengah

Ramalan Harga Emas Pekan Depan, Masih Bisa Naik ke Level IniRamalan Harga Emas Pekan Depan, Masih Bisa Naik ke Level Ini

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas dunia diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada pekan depan. Pakar memproyeksikan harga emas berpotensi menguji area resistance di level US$ 4.165 per ons troi seiring masih kuatnya momentum bullish di pasar.

Harga emas ditutup melemah 0,01% ke level US$ 4.121,08 per ons troi.  

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan, pergerakan emas pada time frame H1 masih menunjukkan tren naik yang solid. Hal itu tercermin dari keberhasilan harga bertahan di atas indikator Moving Average (MA) 21 dan MA 34, yang kini berfungsi sebagai area support dinamis.

“Tekanan jual belum mampu mendorong harga turun lebih dalam karena langsung direspons oleh aksi beli. Ini menunjukkan buyer masih mendominasi pasar,” ujar Geraldo dalam risetnya, Sabtu (11/7/2026).

Menurut dia, level resistance yang sebelumnya berhasil ditembus kini berubah fungsi menjadi support baru atau role reversal, yang menjadi salah satu sinyal teknikal bahwa tren bullish masih berlanjut.

Selain itu, struktur harga emas juga masih membentuk pola higher low, di mana titik terendah terbaru berada lebih tinggi dibandingkan titik terendah sebelumnya. Pola ini menunjukkan minat beli masih cukup kuat untuk menopang kenaikan harga.

Berdasarkan kondisi tersebut, Geraldo memproyeksikan emas berpeluang menguji resistance terdekat di level US$ 4.136 per ons troi. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume transaksi yang meningkat, maka target kenaikan berikutnya berada di area US$ 4.165 per ons troi.

“Konfirmasi tambahan datang dari indikator Stochastic yang masih bergerak naik menuju area overbought atau jenuh beli. Meski demikian, indikator tersebut belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang signifikan,” papar Geraldo

Sentimen Global Jadi Penopang

Share