Remaja di Tangerang Tewas Tersengat Listrik Saat Evakuasi Barang dari Rumah Kebanjiran

Share
Share
Remaja di Tangerang Tewas Tersengat Listrik Saat Evakuasi Barang dari Rumah Kebanjiran

Detiktoday.com – Seorang remaja bernama Nicholas Jason, warga Perumahan Villa Tomang Baru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, meninggal dunia setelah tersengat arus listrik ketika mencoba menyelamatkan barang-barang di rumahnya yang terendam banjir.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pasar Kemis, Ipda Ahmad Dasuki, menjelaskan insiden tersebut terjadi saat korban bersama keluarganya berusaha memindahkan sejumlah barang berharga dari dalam rumah yang terendam air.

“Korban saat itu mencoba melepaskan perangkat komputer yang masih terhubung dengan aliran listrik di dalam rumah yang sedang kebanjiran,” kata Ahmad, Senin (9/3/2026).

Setelah kejadian itu, keluarga segera membawa Nicholas ke Bunda Sejahtera untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, tetapi setibanya di sana tim medis menyatakan korban sudah meninggal dunia,” ujarnya.

keluarga kemudian membawa jenazah korban kembali ke rumah duka untuk disemayamkan sebelum dimakamkan secara keagamaan.

“Jenazah sudah dibawa pulang oleh keluarga untuk proses pemakaman sesuai dengan tradisi keluarga,” tambah Ahmad.

Banjir yang melanda kawasan tersebut diketahui cukup parah. Air dengan ketinggian hingga sekitar dua meter merendam Perumahan Villa Tomang Baru di Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Bencana itu dipicu oleh hujan deras yang turun sejak Sabtu (7/3/2026) serta meluapnya aliran Kali Cirarab.

Komandan Regu Pos Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Pos Pasar Kemis, Joko Murjito, menyebut banjir merendam ratusan rumah warga di kawasan tersebut.

“Kurang lebih ada sekitar 800 rumah di sembilan RW yang banjir dengan ketinggian air rata-rata hampir dua meter,” kata Joko.

Ia juga menyebut jumlah warga yang terdampak mencapai sekitar 2.400 jiwa. Hingga kini, petugas masih melakukan evakuasi warga yang masih bertahan di rumah mereka.

“Tim di lapangan masih membantu mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Sebagian warga sementara mengungsi di musala, posyandu, dan juga tenda darurat yang disiapkan,” jelasnya.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *