Rokhmin Dahuri Tegaskan Biodiversitas Laut Jadi Kunci Penting Menuju Indonesia Emas 2045

Rokhmin Dahuri Tegaskan Biodiversitas Laut Jadi Kunci Penting Menuju Indonesia Emas 2045

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, menegaskan biodiversitas laut menjadi kunci penting menuju Indonesia Emas 2045 dalam National Policy Dialogue bertajuk “Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan: Orkestrasi Pengetahuan, Inovasi, dan Geopolitik dalam Ekonomi Biru Indonesia” yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama Universitas Gadjah Mada.

“Biodiversitas laut tidak hanya menghasilkan pangan konvensional. Potensinya besar untuk pangan fungsional, farmasi, kosmetik, bioenergi, biomaterial, hingga industri bioteknologi kelautan,” kata Prof. Rokhmin, dikutip Senin (25/5/2026).

Forum strategis tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, pemangku kebijakan, hingga pelaku industri guna merumuskan arah pembangunan ekonomi biru nasional. Fokus utama dialog adalah pemanfaatan kekayaan hayati laut Indonesia secara berkelanjutan, inovatif, dan berdaulat di tengah dinamika geopolitik global serta tantangan perubahan iklim.

Dalam paparannya, Guru Besar IPB University itu menjelaskan Indonesia memiliki keunggulan komparatif luar biasa sebagai negara dengan biodiversitas laut terbesar di dunia. Menurutnya, sektor kelautan harus menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus fondasi kedaulatan pangan, energi, dan kesehatan bangsa.

Namun demikian, ia menilai potensi besar tersebut harus ditransformasikan menjadi keunggulan kompetitif melalui penguatan riset, inovasi teknologi, hilirisasi industri, dan pembangunan ekonomi biru berbasis ilmu pengetahuan.

Prof. Rokhmin juga mengurai sejumlah tantangan pembangunan sektor kelautan, mulai dari rendahnya hilirisasi industri, lemahnya riset dan inovasi, hingga minimnya akses permodalan bagi nelayan dan UMKM. Selain itu, ancaman overfishing, pencemaran laut, dan perubahan iklim global disebut semakin nyata dampaknya terhadap keberlanjutan sektor kelautan nasional.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Prof. Rokhmin menawarkan sejumlah strategi transformasi ekonomi biru berbasis inovasi. Strategi itu meliputi modernisasi akuakultur dan perikanan tangkap agar lebih produktif dan berkelanjutan, penguatan industri bioteknologi kelautan untuk menciptakan nilai tambah tinggi, hingga hilirisasi komoditas kelautan agar Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah.

Selain itu, ia juga mendorong pengembangan industri farmasi laut dan bioenergi berbasis kekayaan hayati, penguatan sumber daya manusia dan riset sebagai tulang punggung inovasi, serta perluasan skema blue finance dan kawasan industri biru guna memperkuat pembiayaan dan ekosistem industri kelautan nasional.

Forum dialog nasional ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat orkestrasi pengetahuan, inovasi, dan geopolitik kelautan Indonesia untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang maju, berdaulat, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia dan sekitar 70 persen wilayah berupa laut, ekonomi biru dinilai bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan apabila Indonesia ingin naik kelas menjadi negara maju berbasis sumber daya kelautan.

Share