Rudianto Tjen Apresiasi Penerbangan Singapura-Belitung, Jam Keberangkatan Perlu Dievaluasi

Rudianto Tjen Apresiasi Penerbangan Singapura-Belitung, Jam Keberangkatan Perlu Dievaluasi

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi I DPR RI, Rudianto Tjen, mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Belitung yang berhasil membuka penerbangan internasional rute Singapura. Bahkan, maskapai Scoot sudah mendarat perdana di Bandara H AS Hanandjoeddin pada Minggu (3/5). 

Menurut Rudianto Tjen, penerbangan langsung ini tentunya akan membuka peluang baru bagi pariwisata Belitung pasca-boomingnya film Laskar Pelangi beberapa tahun lalu. 

“Usaha dari pemda ini tentunya sangat brilian dan patut kita apresiasi,” ujar Rudianto Tjen dikutip Selasa (12/5/2026). 

Hanya saja, ia menyarankan jam keberangkatan masih terlalu pagi terutama dari Singapura ke Belitung.

Menurutnya, hal itu perlu dievaluasi kembali karena penerbangan ini diharapkan mampu membawa wisatawan berkunjung ke Belitung. 

“Kalau kemarin pertama, tidak apa-apa karena masih terlalu pagi. Tapi saya berharap dari embrio ini bisa berkembang dan kita majukan kembali pariwisata Pulau Belitung,” katanya. 

Rudianto Tjen menilai perubahan jam penerbangan tersebut masih mungkin diubah. Mengingat slot penerbangan di Bandara HAS Hanandjoeddin juga masih memungkinkan menerima di jam lain. 

Menurutnya, pemerintah daerah harus jeli melihat peluang yang sudah terbuka dan menjaga agar tetap berkesambungan. 

“Apalagi kita lihat jumlah penumpangnya masih sepi. Saya pikir Scoot ini juga perlu diajak bicara, kalau perlu pemda berikan subsisi misalnya CSR yang bisa mendukung ini tanpa APBD atau jalan-jalan lainnya,” kata Rudianto Tjen.

Termasuk juga para pelaku usaha kembali diajak duduk bersama untuk mendukung keberlangsungan penerbangan itu. Misalnya pelaku perhotelan harus melihat jeda waktu kedatangan dengan jam check in. 

Sehingga ketika wisatawan datang, bisa langsung masuk tanpa  harus menunggu waktu check in. Sama halnya dengan ketersediaan transportasi menuju destinasi wisata juga harus dipikirkan. 

“Kita sama-sama memberikan sumbangsih lah. Karena kalau Belitung maju, semua lapisan bisa menikmatinya,” kata Rudianto Tjen.

Ia optimistis, dengan kerja sama seluruh pihak, penerbangan internasional ini akan berhasil mendongkrak peningkatan pariwisata Pulau Belitung.

Dalam kesempatan itu, Rudianto Tjen juga menyoroti keterbatasan jumlah penerbangan domestik dari dan menuju Belitung. Menurutnya, kondisi ini harus dievaluasi bersama dan menyusun strategi cara mendatangkan wisatawan.

Bahkan para wisatawan ini perlu disurvei tentang kebutuhan dan keluhan mereka untuk menjadi landasan kebijakan ke depan. 

“Urusan ironi penerbangan Belitung ini, memang keluhannya jumlah penerbangannya terlalu sedikit. Saya pikir pemda perlu ajak semua stakeholder untuk survei apa kebutuhan para wisatawan, lalu kita evaluasi dan perbaiki,” katanya. 

Di sisi lain, semua pelaku pariwisata juga harus bersama-sama menggelar event yang mampu mendatangkan wisatawan. Menurutnya, jika permintaan ke Belitung tinggi, maka maskapai secara otomatis akan mengikuti. 

“Jadi kita jangan berpikir dengan cara pikir kita sendiri tapi mulai berpikir dengan pemikiran turis, terutama turis asing yang mulai kita rintis saat ini,” katanya.

Share