Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Sadarestuwati, menegaskan pelestarian kawasan hutan dan perlindungan sumber air merupakan instrumen strategis yang tidak bisa ditawar dalam menghadapi ancaman perubahan iklim serta tekanan ekonomi di wilayah perdesaan.
Menurutnya, langkah konservasi merupakan solusi ganda untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Ia menjelaskan, keberadaan vegetasi yang terjaga secara langsung berdampak pada stabilitas struktur tanah dan ketersediaan air tanah yang menjadi tumpuan sektor agraria. Karena itu, kebijakan yang diambil harus menyentuh aspek ekologi tanpa mengabaikan sisi ekonomi kerakyatan.
Dalam upaya nyata di lapangan, Sadarestuwati secara konsisten mendorong penyaluran bantuan bibit produktif serta penguatan program Kebun Bibit Rakyat (KBR). Program ini dirancang khusus untuk memberdayakan kelompok masyarakat agar mampu memproduksi bibit secara mandiri, yang kemudian dapat ditanam di lahan kritis maupun area produktif.
“Selama ini sudah saya dorong bantuan bibit produktif dan program Kebun Bibit Rakyat (KBR). Selain memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui hasil tanamnya nanti, penanaman pohon ini juga sangat penting untuk memperkuat struktur tanah agar tidak mudah longsor, terutama di wilayah yang memiliki kemiringan ekstrem,” ujar Sadarestuwati di Jombang, dikutip Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, integrasi antara pemulihan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi merupakan kunci keberlanjutan program di daerah. Dengan adanya bibit produktif, masyarakat memiliki motivasi lebih untuk menjaga pohon yang mereka tanam karena terdapat potensi nilai ekonomi yang dihasilkan di masa depan, baik berupa buah maupun hasil hutan bukan kayu lainnya.
Politisi senior PDI Perjuangan itu juga memastikan, aspirasi dari konstituen di sektor lingkungan akan terus menjadi prioritas perjuangannya di parlemen. Ia berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pemerintah pusat agar selaras dengan kebutuhan masyarakat di akar rumput, khususnya dalam hal mitigasi bencana alam dan penguatan sektor pertanian.
“Semua itu saya lakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Sekarang di Komisi IV, saya akan terus memperjuangkan sektor pertanian dan lingkungan hidup agar tetap menjadi pilar utama dalam menjaga kelangsungan hidup bangsa serta kesejahteraan warga di desa-desa,” tegasnya.
Melalui penguatan program KBR dan distribusi bibit produktif, ia berharap ancaman krisis lingkungan akibat penggundulan hutan dapat diminimalisir, sekaligus menjadi bantalan ekonomi bagi warga perdesaan dalam menghadapi ketidakpastian kondisi global. Penyelamatan hutan dan sumber air pun diposisikan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.