Rudianto Tjen Serap Aspirasi Warga Gantung, dari Pertanian Hingga Harga Timah yang Rendah

Rudianto Tjen Serap Aspirasi Warga Gantung, dari Pertanian Hingga Harga Timah yang Rendah

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rudianto Tjen, menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses di Kecamatan Gantung, Jumat (8/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan mulai dari sektor pertanian, kondisi infrastruktur jalan, hingga harga timah yang dinilai belum mengalami kenaikan signifikan meski harga dunia terus bergerak naik.

“Hari ini luar biasa, kita bisa hadir di Kecamatan Gantung dan bertemu langsung dengan masyarakat. Banyak aspirasi yang disampaikan dan ini akan kami bawa ke Jakarta untuk didiskusikan dengan komisi terkait,” ujar Rudianto Tjen, dikutip Minggu (10/5/2026).

Pertemuan berlangsung terbuka dan dimanfaatkan warga untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Tidak sedikit masyarakat yang menyoroti kondisi ekonomi warga tambang yang dinilai belum membaik di tengah fluktuasi harga komoditas timah.

Salah satu persoalan yang paling banyak disampaikan masyarakat ialah sektor pertanian. Warga menilai masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal, sementara kebutuhan terhadap sektor pertanian terus meningkat.

Menurut Rudianto Tjen, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebenarnya masih memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk pengembangan pertanian. Karena itu, tata kelola lahan dinilai perlu dievaluasi agar dapat memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat.

“Kalau kita lihat, lahan pertanian di Bangka Belitung ini sebenarnya masih sangat luas. Kemudian masih ada hutan produksi dan hutan lindung yang menurut saya perlu dievaluasi secara berkala agar sebagian bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menambah lahan pertanian,” katanya.

Selain pertanian, persoalan harga timah menjadi perhatian utama masyarakat. Warga mempertanyakan harga beli timah di tingkat bawah yang dinilai belum mengalami perubahan berarti meski harga timah dunia disebut mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Rudianto Tjen, masyarakat kini semakin aktif mengikuti perkembangan informasi, termasuk terkait harga komoditas global.

“Masyarakat sekarang pintar membaca berita online. Mereka tahu harga timah dunia naik cukup tinggi, tetapi di tingkat masyarakat rasanya belum ada perubahan berarti,” ungkapnya.

Ia memastikan persoalan tersebut akan dikomunikasikan dengan pihak terkait, termasuk pemerintah provinsi dan PT Timah, guna mengetahui kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.

“Nanti akan kita cek dan koordinasikan dengan pihak provinsi maupun PT Timah terkait perkembangan dan mekanismenya seperti apa,” ujar Rudianto Tjen.

Selain harga timah dan pertanian, kondisi infrastruktur jalan juga menjadi perhatian masyarakat Kecamatan Gantung. Sejumlah warga mengeluhkan akses jalan yang dinilai masih membutuhkan perhatian, terutama untuk menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Ketua DPRD Belitung Timur, Fezzi Uktolseja, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan banyak aspirasi masyarakat memang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar sehari-hari.

“Kalau biasanya reses dilakukan di pusat kota, hari ini kita turun langsung ke Gantung supaya masyarakat lebih leluasa menyampaikan persoalan yang mereka hadapi,” kata Fezzi.

Ia menyebut sejumlah persoalan bahkan langsung ditindaklanjuti saat kegiatan berlangsung, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur jalan.

“Tadi ada yang langsung kami koordinasikan ke PU Provinsi. Kalau yang menjadi kewenangan pusat nanti akan dibawa Pak Rudy ke Jakarta. Sedangkan yang level kabupaten juga langsung ditindaklanjuti teman-teman DPRD,” jelasnya.

Fezzi menilai pola komunikasi langsung seperti ini penting agar kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan kondisi riil masyarakat, bukan sekadar laporan administratif.

Pertemuan tersebut juga memperlihatkan perubahan pola aspirasi masyarakat di Kabupaten Belitung Timur. Jika sebelumnya keluhan lebih banyak berkaitan dengan bantuan sosial atau kebutuhan jangka pendek, kini warga mulai menyoroti isu yang lebih luas, mulai dari tata kelola sumber daya, akses ekonomi, hingga keberlanjutan sektor pertanian dan pertambangan.

Bagi masyarakat Gantung, persoalan harga timah dan pertanian bukan sekadar isu biasa, melainkan berkaitan langsung dengan penghasilan warga di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Karena itu, masyarakat berharap aspirasi yang disampaikan dalam reses tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan nyata yang dirasakan langsung di lapangan.

Share