Sonny Dorong Pengembangan Tanaman Sukun Dalam Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Sonny Dorong Pengembangan Tanaman Sukun Dalam Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi IV DPR RI Sonny T. Danaparamita mendorong pengembangan tanaman sukun dalam program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) sebagai upaya memulihkan lahan kritis sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat. 

Menurutnya, kerusakan lingkungan dan meluasnya lahan kritis telah memicu meningkatnya bencana seperti banjir, longsor, dan kekeringan di berbagai daerah.

“Kondisi lingkungan kita semakin rusak dan lahan kritis semakin luas. Dampaknya, banjir, longsor, dan kekeringan sering terjadi. Karena itu, masyarakat perlu hadir bukan sebagai penonton, tetapi sebagai bagian dari solusi,” kata Sonny, dikutip Minggu (10/5/2026).

Sebelumnya, politisi Fraksi PDI Perjuangan itu melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Rehabilitasi Hutan dan Lahan yang berlangsung pada 4–6 Mei 2026. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat penerima Program Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan Bibit Produktif hasil kolaborasi Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Kehutanan.

Dalam kesempatan itu, Sonny menjelaskan rehabilitasi hutan dan lahan bukan sekadar menanam pohon, melainkan upaya jangka panjang untuk memulihkan fungsi ekologis sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia secara khusus menyoroti tanaman sukun sebagai komoditas strategis yang layak dikembangkan. Selain cocok untuk rehabilitasi lahan, sukun juga dinilai memiliki potensi sebagai alternatif sumber pangan masyarakat.

“Kami mendorong kelompok masyarakat untuk mulai membudidayakan dan membibitkan sukun. Sukun dapat menjadi makanan pendamping, bahkan alternatif pengganti beras, karena kandungan karbohidratnya hampir setara dengan nasi dan nutrisinya cukup lengkap,” ucapnya.

Sonny menambahkan, potensi ekonomi sukun juga semakin terbuka seiring meningkatnya permintaan pasar global terhadap produk pangan sehat. Menurutnya, tren tersebut dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.

“Sukun kini dipandang sebagai superfood di Eropa. Permintaannya terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini peluang yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga rehabilitasi lahan tidak hanya berdampak lingkungan, tetapi juga ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Selain sukun, program rehabilitasi hutan dan lahan juga mendorong penanaman berbagai tanaman buah dan kayu yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Namun demikian, Sonny menegaskan keberhasilan rehabilitasi sangat bergantung pada konsistensi perawatan dan keberlanjutan pengelolaan.

“Menanam pohon adalah investasi jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap pengembangan sukun dapat menjadi model rehabilitasi lahan produktif yang mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Share