Rupiah Melemah tapi Kafe Tetap Ramai, Banyu Biru Soroti Fenomena 'Lipstick Effect'

Rupiah Melemah tapi Kafe Tetap Ramai, Banyu Biru Soroti Fenomena ‘Lipstick Effect’

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Di tengah tekanan ekonomi global dan pelemahan nilai tukar Rupiah, pemandangan unik terjadi di pusat-pusat perbelanjaan. Kafe dan restoran terpantau tetap ramai dikunjungi warga. 

Fenomena ini disoroti oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot, sebagai indikasi terjadinya lipstick effect di tengah masyarakat.

Melalui akun Instagram pribadinya, Banyu Biru menjelaskan bahwa lipstick effect merupakan kondisi di mana masyarakat cenderung beralih membeli produk konsumsi atau hiburan kecil yang terjangkau untuk menjaga optimisme di kala daya beli sedang tertekan.

Baca: Ganjar Pranowo Akui Belajar Industri Kreatif dari K-POP

“Ini bukan sekadar konsumtif, ini lipstick effect. Cara masyarakat untuk tetap ‘hidup’ dan menjaga optimisme di tengah tekanan ekonomi,” ujar Banyu Biru.

Meski fenomena ini membawa angin segar bagi industri konsumsi dan gaya hidup, Banyu Biru mengingatkan adanya tantangan besar di balik itu. Ia mewanti-wanti agar momentum ini tidak justru dimanfaatkan oleh produk impor yang harganya jauh lebih murah.

Menurutnya, potensi pasar yang besar ini harus dijaga ketat agar tidak menggerus daya saing produk lokal, yang pada akhirnya dapat melemahkan pelaku usaha dalam negeri serta mengancam lapangan kerja.

“Jangan sampai fenomena lipstick effect yang seharusnya menjadi bantalan ekonomi justru menjadi peluang bagi masuknya produk impor,” tegasnya.

Baca: Ganjar: Saya Tidak Bisa Asal Janji yang Nanti Tak Bisa Dilaksanakan

Guna mengantisipasi hal tersebut, Banyu Biru meminta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengambil langkah taktis agar fenomena ekonomi ini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan industri nasional, bukan sebaliknya.

“Apa langkah konkret Kementerian Perindustrian untuk menjadikan fenomena lipstick effect ini sebagai penggerak pertumbuhan industri dalam negeri?” tanyanya.

Di sisi lain, Banyu Biru juga menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai upaya diplomasi industri yang dilakukan pemerintah di tengah ketidakpastian global saat ini. Ia menekankan pentingnya hilirisasi dan keterlibatan komunitas lokal agar industri di berbagai daerah di Indonesia tetap tangguh menghadapi masa depan.

Share