JAKARTA, Detiktoday.com – Bank Sentral Rusia (CBR) mencatat penurunan cadangan emas pada akhir Juni 2026. CBR mencatat penurunan cadangan emasnya menjadi US$ 298,99 miliar pada akhir Juni 2026.
Dikutip dari Kitco News, Kamis (9/7/2026) Ini menandai bulan keenam berturut-turut cadangan emas resmi Bank Sentral Rusia mengalami penurunan, dan penurunan tersebut sangat dramatis.
Pada April 2026, CBR mengungkapkan bahwa cadangan emas Rusia mencatat penurunan paling tajam dalam seperempat abad.
Penurunan aset cadangan juga tercermin dalam neraca bank sentral secara keseluruhan. Total aset cadangan resmi CBR berada di US$ 720,4 miliar pada akhir bulan Juni, turun dari US$ 747,4 miliar pada Mei 2026.
Sementara itu, cadangan devisa Rusia tetap stabil selama periode yang sama di angka US$ 392,4 miliar pada akhir Juni, dibandingkan dengan US$ 392,3 miliar pada Mei 2026.
Adapun pada 1 Mei 2026, Bank Sentral Rusia (CBR) memiliki 73,9 juta ons emas batangan dalam cadangan internasionalnya. Hanya dalam kurun waktu satu bulan, cadangan emas tersebut berkurang sebesar 200.000 ons, sehingga total penurunan sejak awal 2026 mencapai 900.000 ons. Akibatnya, total cadangan emas CBR turun ke level terendah sejak Maret 2022.
Secara metrik, cadangan emas CBR berkurang sebesar 27,9 ton antara Januari dan April 2026, yang merupakan penurunan paling signifikan sejak tahun 2002, menurut data World Gold Council.
Diketahui, Bank Sentral Rusia umumnya merupakan pembeli emas. CBR pun kerap membeli ratusan ton emas per tahun, dan tidak pernah melakukan aksi jual lebih dari 100.000 ons atau 3,1 ton emas batangan dalam satu bulan. Satu-satunya pengecualian adalah Juli 2005, ketika 7,7 ton emas dikeluarkan dari neraca bank.
“Yang terpenting, ini untuk menutupi defisit anggaran, yang mencapai 4,6 triliun rubel pada akhir Maret,” kata analis Freedom Finance Global, Natalia Milchakova, kepada The Moscow Times.
“Tanpa kompensasi sebagian dari Bank Sentral di tengah pendapatan minyak dan gas yang moderat di awal tahun, angka ini bisa melampaui 5 triliun rubel. Selain itu, penjualan emas mungkin bertujuan untuk membangun cadangan devisa, karena kekurangan akibat pendapatan ekspor yang lemah di awal tahun. Emas tersebut ditukar dengan yuan.” ungkapnya.
Sementara itu, permintaan domestik untuk emas di Rusia telah meroket karena ekonomi negara tersebut berjuang di tahun kelima konflik dengan Ukraina. Menurut Bursa Efek Moskow, volume transaksi emas pada Juni 2026 naik lebih dari 350% dibandingkan dengan Maret 2025, mencapai 42,6 ton – 28,6 ton dalam transaksi swap dan 14 ton dalam transaksi spot.
Penjualan Emas untuk Menutup Kenaikan Biaya Energi dan Pertahanan