Saatnya Jadi Generasi Tangguh dan Tanggap Bencana

Saatnya Jadi Generasi Tangguh dan Tanggap Bencana

Share
Share

Jakarta, Gesurii.id – DPC PDI Perjuangan Kota Depok resmi membuka rekrutmen anggota Badan Penanggulangan Bencana (Baguna). 

Langkah ini diambil bukan sekadar untuk membentuk relawan, melainkan mencetak kader kemanusiaan yang tangguh, disiplin, dan responsif terhadap situasi darurat di tengah masyarakat.

​Wakil Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan Perempuan, dan Anak DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Meily Magdaleni, menegaskan bahwa Baguna mengemban misi besar dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Tugas utamanya adalah hadir paling depan saat masyarakat dilanda bencana maupun kedaruratan sosial.

​“Baguna hadir bukan sekadar organisasi biasa, tetapi menjadi ruang pengabdian kemanusiaan untuk masyarakat. Sesuai arahan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri, tugas utama Baguna adalah membantu rakyat saat menghadapi bencana maupun kondisi darurat sosial,” ujar Meily yang juga menjabat sebagai Koordinator Depok Kesehatan DPP PDI Perjuangan, Jumat (22/5).

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​Meily menjelaskan, rekrutmen ini menggunakan sistem berbasis wilayah, mulai dari tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) di kecamatan hingga kelurahan. Pola ini sengaja diterapkan agar para relawan nantinya memiliki pemahaman yang kuat terhadap karakteristik geografis dan potensi risiko bencana di lingkungan mereka sendiri.

​“Dengan sistem berbasis wilayah, anggota bisa lebih mengenal kondisi lingkungan masing-masing sehingga respons terhadap bencana maupun persoalan sosial dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” jelasnya.

​Poin Utama Rekrutmen Baguna Depok:

– ​Sistem Berbasis Wilayah: Memetakan relawan dari tingkat kecamatan hingga kelurahan agar respons lebih cepat.

– ​Seleksi Ketat & Berjenjang: Melalui tes tertulis, psikotes, hingga rekam jejak sosial. Bukan sekadar rekrutmen administratif.

– ​Pelatihan Komprehensif: Dibekali kemampuan mitigasi bencana, pengelolaan dapur umum, layanan ambulans, hingga advokasi kesehatan.

​Lebih lanjut, Meily yang mengoordinasikan gerakan ini menekankan bahwa proses seleksi tidak akan main-main. PDI Perjuangan Depok menerapkan sistem kaderisasi berjenjang melalui Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat), tes tertulis, psikotes, hingga penilaian rekam jejak aktivitas sosial calon anggota di lapangan.

​“Jadi yang dicari bukan hanya relawan, tetapi kader kemanusiaan yang memiliki empati, loyalitas, dan kesiapan bekerja di lapangan,” ungkap Meily.

​Nantinya, para anggota yang lolos tidak hanya dibekali pendidikan organisasi. Mereka akan ditempa dengan berbagai keahlian taktis, mulai dari mitigasi bencana, respons cepat, pengelolaan dapur umum swadaya, distribusi logistik, layanan ambulans, advokasi kesehatan, hingga pelestarian lingkungan.

Baca: Ini Deretan Program Ganjar Pranowo

​Menurut Meily, aspek edukasi dan mitigasi jauh lebih krusial dibandingkan sekadar penanganan pascabencana. 

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga memiliki pemahaman mitigasi dan kemampuan dasar untuk membantu lingkungan sekitarnya ketika terjadi keadaan darurat,” tuturnya.

​Di akhir pernyataannya, Meily menaruh harapan besar kepada generasi muda di Kota Depok untuk mengambil peran dalam gerakan ini. Ia ingin Baguna menjadi laboratorium kepemimpinan yang nyata bagi anak muda.

​“Anak-anak muda hari ini harus menjadi generasi yang tangguh, peduli, dan siap hadir di tengah masyarakat. Baguna menjadi wadah untuk belajar kemanusiaan, kepemimpinan, dan kerja nyata di lapangan,” pungkasnya.

Share