Sambangi Pelaku Usaha di Pecinan Semarang, Samuel Wattimena Borong Aspirasi UMKM Kuliner

Sambangi Pelaku Usaha di Pecinan Semarang, Samuel Wattimena Borong Aspirasi UMKM Kuliner

Share
Share

Semarang, Detiktoday.com — Anggota DPR RI, Samuel J.D. Wattimena, melakukan kunjungan kerja ke kawasan Pecinan Semarang, Sabtu (23/5). 

Bersama pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Krabat Pecinan, Hengky Hidayat Pranadya, legislator nasional ini turun langsung ke lapangan untuk mendorong percepatan pariwisata budaya dan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

Langkah menyusuri lorong heritage Kota ATLAS ini bukan sekadar seremonial. Samuel memanfaatkan momen tersebut untuk berdialog langsung dengan para pelaku UMKM yang menjadi denyut nadi perekonomian di kawasan bersejarah tersebut.

Baca: Ganjar Dukung KPK Perketat Syarat Pemimpin

Salah satu lapak yang disambangi adalah usaha minuman tradisional Liang Tea Medan 77 di Jalan Wotgandul Timur. Sang pemilik, Oki Rinenggo, yang sudah bertahan meracik teh herbal tersebut selama hampir 20 tahun, mengaku bangga atas perhatian yang diberikan oleh sang wakil rakyat.

“Kami senang dan bangga bisa dikunjungi langsung oleh Bapak Samuel Wattimena. Semoga perhatian seperti ini bisa membuat kawasan Pecinan semakin dikenal dan ramai wisatawan, sehingga usaha kecil seperti kami ikut berkembang,” ujar Oki.

Oki menambahkan, dukungan konkret dari pemerintah dan tokoh masyarakat sangat krusial saat ini. Ia berharap penataan kawasan heritage ke depan bisa berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan para pedagang kecil.

Merespons hal itu, Samuel Wattimena menegaskan bahwa Pecinan Semarang memiliki modal yang sangat kuat untuk naik kelas menjadi pusat wisata budaya unggulan. Kekuatan utama kawasan ini, menurut Samuel, terletak pada perpaduan nilai sejarah yang kental dan autentisitas kuliner tradisionalnya.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Sementara itu, Hengky Hidayat Pranadya dari Pokdarwis Krabat Pecinan menekankan bahwa keberlanjutan kawasan heritage ini berada di tangan kolaborasi lintas sektor.

“Pengembangan wisata berbasis masyarakat adalah kunci. Ini tidak hanya membuka peluang ekonomi baru bagi warga, tetapi juga menjadi benteng dalam melestarikan budaya lokal yang sudah tumbuh turun-temurun di Pecinan,” pungkas Hengky.

Kunjungan malam itu diakhiri dengan obrolan hangat bersama warga sekitar. Para pedagang menaruh harapan besar agar perhatian terhadap nasib pelaku usaha kecil di kawasan Pecinan terus berlanjut secara konsisten.

Share