Jakarta, Detiktoday.com – Anggota DPR RI, Samuel Wattimena, meminta Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI untuk lebih proaktif dalam menyosialisasikan program nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026, khususnya yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Langkah “jemput bola” dinilai krusial agar momentum besar ini tidak terlewatkan begitu saja.
Hal tersebut disampaikan Samuel dalam rapat kerja yang membahas tiga agenda utama: perkembangan seleksi Direktur Utama TVRI, seleksi Dewan Pengawas RRI, serta progres persiapan penyiaran Piala Dunia 2026, Rabu (13/5).
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernu
Samuel memilih memberikan perhatian khusus pada persiapan pesta sepak bola dunia tersebut.
Menurut Samuel, hak siar Piala Dunia merupakan momentum emas bagi TVRI untuk mendongkrak citra sekaligus melakukan repositioning sebagai media publik yang modern. Kendati demikian, ia menilai gaung promosi ajang bergengsi ini belum terasa optimal di tingkat daerah.
“Berbagai program acara ini masih terlihat sangat kuat di atas kertas. Di Jawa Tengah sendiri, belum terjadi gelombang informasi mengenai hal ini,” ujar Samuel.
Ia mempertanyakan sejauh mana koordinasi yang telah dibangun dengan pemerintah daerah. Keterlibatan pemda dianggap penting agar anggota DPR RI di dapil masing-masing dapat turut mendukung dan meluaskan sosialisasi, terutama terkait aturan nobar resmi.
Lebih lanjut, Samuel menyoroti mekanisme pendaftaran UMKM yang ingin berpartisipasi dalam acara nobar melalui tautan (link) khusus di laman resmi. Ia khawatir persyaratan digital ini justru menyulitkan pelaku usaha di daerah pelosok.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
“Kalau nobarnya diadakan di daerah-daerah kecil, saya khawatir pelaku UMKM tidak memahami cara mengakses sistem untuk mendaftar. Jangan sampai kita membuat sistem, lalu membiarkan mereka bergerak sendiri. Kita yang harus menjemput bola dan berkomunikasi lebih intens,” tegasnya.
Selain sektor ekonomi, Samuel juga mengingatkan pentingnya aspek pendapatan (revenue) dari penyiaran ini serta strategi konkret untuk memikat generasi muda. Ia mendorong sinergi antara TVRI, RRI, dan LKBN Antara untuk menciptakan kemasan program yang relevan dengan anak muda.
Apalagi, Indonesia memiliki basis penggemar sepak bola yang sangat kuat di berbagai daerah, ditambah dengan tren positif para pemain timnas yang kini banyak berkarier di kancah internasional. Potensi besar ini dinilai belum dipromosikan secara maksimal dalam rangkaian program yang direncanakan.
“Intinya, ini adalah acara yang sangat positif dan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat di tingkat bawah. Ini momentum bagi semua pihak untuk bergerak, bukan hanya bagi penggemar sepak bola. Jangan sampai kita kehilangan momentum,” pungkas Samuel.