Jakarta, Detiktoday.com – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menekankan pentingnya pendidikan budi pekerti dalam pembentukan karakter agar anak-anak berani mengambil keputusan yang baik demi masa depan mereka.
“Anak-anak sekarang kegiatan di luar pasti berkurang, karena kebanyakan sekarang pegang HP (gadget), karena itu, pendidikan budi pekerti dan pembentukan karakter penting karena anak-anak dituntut untuk berani melakukan sesuatu sesuai dengan keyakinannya,” katanya saat membuka rangkaian kegiatan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2026 di Sleman, Sabtu.
Kegiatan yang diselenggarakan di Halaman Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman tersebut, bertajuk “Kumpul Bocah SRIKANDI #2 (Sesarengan Kekancan lan Dadi Siji Forum Anak se-Kabupaten Sleman)”.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Dia mengatakan kegiatan ini menjadi kesempatan penting memperkuat karakter dan kedisiplinan anak-anak di tengah tantangan era digital.
Ia menyoroti kecenderungan anak-anak zaman sekarang yang aktivitas luar rumah kian berkurang akibat terlalu fokus pada gawai.
Menurut dia, masa depan bangsa 10 hingga 15 tahun ke depan berada di tangan generasi muda saat ini.
Keberhasilan dan kesuksesan anak-anak, katanya, bergantung pada usaha dan kerja keras mereka sendiri, sedangkan orang tua dan pemerintah bertugas mendampingi serta memberikan arahan.
“Mau tidak kalian menjadi orang sukses? Mau tidak menjadi orang yang berhasil sesuai dengan cita-citanya? Itu tergantung kamu sendiri. Kalau kamu malas-malas dan tidak mau berusaha, tentu tidak akan berhasil. Semangat ya!,” katanya.
Ia memberikan motivasi kepada puluhan anak dan peserta yang hadir dalam acara tersebut.
Rangkaian peringatan HAN ke-42 di Kabupaten Sleman tahun ini diinisiasi dan digarap melalui kolaborasi erat antar-klaster Forum Anak Kabupaten Sleman serta difasilitasi Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman.
Kepala Dinas P3AP2KB Novita Krisnaeni mengatakan kegiatan ini diikuti 75 anak, terdiri atas 50 anak perwakilan Forum Anak Kapanewon (kecamatan) dan 25 anak dari Forum Anak Kabupaten Sleman.
“Tujuan utama dari penyelenggaraan acara ini adalah untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak, memupuk solidaritas, serta menumbuhkan partisipasi anak dalam pembangunan sebagai Pelopor dan Pelapor (2P),” katanya.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Guna mencapai tujuan tersebut, katanya, anak-anak diajak bermain bersama melalui permainan tradisional, seperti melukis caping dan lomba permainan tradisional lainnya.
“Melalui metode permainan berkelompok ini, anak-anak diharapkan dapat melatih kerja sama, kebersamaan, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal yang efektif dalam membentuk karakter anak,” katanya.
Rangkaian HAN Ke-42 Tingkat Kabupaten Sleman berlanjut dengan berbagai aksi tematik di sejumlah lokasi, klaster 1 (AKSI CERIA – Aksi Cerdas Identitas Anak) dilaksanakan pada 15 Juni 2026 di SMP Negeri 2 Pakem Sleman.
Klaster 2 (PARENTAL – Peduli Anak, Rencana Edukasi, Nurturing, Tanggung Jawab, dan Aksi) dilaksanakan pada 27 Juni 2026 di Pendopo DPRD Kabupaten Sleman dan klaster 3 (AKSARA – Aksi Sadar Bahaya NAPZA) dilaksanakan pada 20 Juni 2026 di Aula Kapanewon Moyudan.