JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis (25/6/2026), melanjutkan tren penurunan setelah sehari sebelumnya menyentuh level terendah dalam lebih dari tujuh bulan. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih menjadi faktor utama yang menekan logam mulia tersebut.
Harga emas hari ini turun 0,27% ke US$ 3.988,67 per ons troi. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus melemah 0,09% ke level US$ 4.005,55 per ons troi.
Dikutip dari Reuters, sehari sebelumnya, harga emas sempat menjebol level psikologis US$ 4.000 per ons troi untuk pertama kalinya sejak November 2025. Pelemahan tersebut dipicu kombinasi penguatan dolar AS dan meningkatnya keyakinan pasar bahwa bank sentral AS masih akan menaikkan suku bunga tahun ini.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 67% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September. Secara keseluruhan, pasar bahkan mulai memperhitungkan kemungkinan tiga kali kenaikan suku bunga sepanjang tahun ini.
Ekspektasi tersebut mendorong penguatan dolar AS. Indeks dolar tercatat naik selama tiga hari berturut-turut dan mencapai level tertinggi dalam 13 bulan terakhir. Kondisi ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga menekan permintaan.
Selain faktor suku bunga, investor juga menunggu rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) ASyang dijadwalkan keluar pada Kamis waktu setempat. Data tersebut merupakan indikator inflasi favorit The Fed dan dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter ke depan.
Sorotan Data Inflasi