Detiktoday.com, KAPUAS HULU – Senin (24/8/2026). Pukul 10.00 WIB. Langit Desa Nanga Awin berubah menjadi kelabu pekat. Kepulan asap tebal mengepul dari dalam hutan dan lahan, menutup jarak pandang dan menyesakkan napas warga. Karhutla kembali menyerang.
Di tengah kepanikan dan situasi darurat itu, dua orang komandan tidak memerintah dari balik meja. Mereka memilih turun. Berlari ke arah asap, bukan menjauhinya.
Dandim 1206/Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo Putro dan Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wisnu Perdana Putra hadir di garis terdepan. Berjibaku, berkeringat, dan memadamkan api bersama rakyatnya.
Dengan peralatan seadanya, barisan TNI-Polri, masyarakat, dan unsur terkait langsung bergerak cepat. Targetnya padamkan dan dinginkan titik-titik api agar tidak merembet ke pemukiman.
Kondisi sangat menantang. Asap pekat membuat dada sesak dan pandangan hanya beberapa meter. Tapi semangat tidak padam.
Pertarungan ini juga mendapat dukungan penuh dari ASR Putussibau yang turut mengerahkan personelnya untuk membantu proses pemadaman.
Kehadiran pimpinan TNI dan Polri di tengah kepungan asap menjadi bukti nyata keseriusan aparat negara dalam mencegah Karhutla meluas serta melindungi masyarakat dan lingkungan.
Di sela-sela memadamkan api, Letkol Arm Andreas Prabowo Putro menyampaikan pesan tegas.
“Penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh elemen terkait agar api dapat segera dikendalikan dan tidak merambat ke wilayah yang lebih luas,” tegas Dandim.
Bagi Dandim, prioritas utama saat ini bukan siapa yang paling berjasa. Tapi bagaimana api cepat padam dan warga selamat.
“Keselamatan masyarakat dan pencegahan meluasnya kebakaran menjadi prioritas. Kami akan terus bersinergi bersama seluruh unsur untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak muncul kembali,” lanjutnya.
Menurut Dandim, sinergi lintas unsur ini adalah kekuatan utama dalam menghadapi Karhutla, apalagi di tengah medan yang sulit dan kepungan asap seperti di Nanga Awin.
Sementara itu, AKBP Wisnu Perdana Putra mengingatkan bahwa memadamkan penting, tapi mencegah jauh lebih menyelamatkan.
“Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Selain melakukan pemadaman, upaya pencegahan juga harus terus ditingkatkan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru,” ujar Kapolres.
Tak hanya itu, Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla.
“Jangan melakukan pembakaran saat membuka lahan dan segera laporkan apabila menemukan titik api, sehingga dapat ditangani sedini mungkin.”pinta Kapolres.
Kapolres juga memastikan Polres Kapuas Hulu bersama TNI dan unsur terkait akan terus melakukan pemantauan, patroli, serta langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan Karhutla di seluruh wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
Ia menekankan kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan, terutama pada kondisi cuaca ekstrem kemarau saat ini yang sangat berpotensi memicu kebakaran.
Ditambahkan Kapolres, aksi langsung Dandim dan Kapolres di Nanga Awin bukan sekadar seremoni. Ini adalah gambaran nyata bahwa TNI-Polri tidak hanya hadir untuk mengamankan wilayah dari gangguan Kamtibmas, tetapi juga turun langsung bersama masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Turunnya para komandan ke lokasi menjadi bentuk komitmen negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat serta menjaga lingkungan dari dampak Karhutla, “ucapnya.
“Semangat gotong royong dan sinergitas seluruh pihak diharapkan mampu mempercepat penanganan Karhutla di Desa Nanga Awin, sekaligus menjadi benteng agar tidak muncul titik api baru di wilayah sekitarnya, “pungkasnya mengakhiri. (*)