UBS Ramal Harga Emas Bisa Anjlok Tajam hingga Segini

UBS Ramal Harga Emas Bisa Anjlok Tajam hingga Segini

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Bank ternama asal Swiss, UBS menurunkan perkiraan harga emas dunia sebesar US$ 300 – US$ 900 per troy ounce. 

Dikutip dari Investing.com, Senin (15/6/2026) penurunan proyeksi harga emas dilakukan karena faktor pukulan ganda terhadap logam mulia dari data ekonomi AS yang kuat dan tertundanya pelonggaran kebijakan Federal Reserve ke tahun 2027.

Pada perdagangan Jumat (12/6/2026), harga emas ditutup naik 0,19% ke level US$ 4.218,91 per troy ounce.

Ahli strategi komoditas di UBS, yakni Dominic Schnider, Giovanni Staunovo, dan Wayne Gordon mengatakan dalam sebuah catatan bahwa harga emas telah menghadapi tekanan baru karena data pasar tenaga kerja yang tangguh dan imbal hasil riil yang lebih tinggi mendorong pasar untuk menggeser ekspektasi ke arah kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini.

“Harga emas mungkin akan terus bergerak menuju kisaran US$ 3.850-  4.000/troy ounce dalam waktu dekat,” ungkap para ahli strategi UBS.

UBS mencatat bahwa respons yang lemah dari emas terhadap eskalasi antara AS dan Iran telah mendorong beberapa aksi ambil untung, sehingga harga lebih rentan terhadap dampak ekonomi makro tradisional seperti imbal hasil riil dan pergerakan dolar AS.

Kepemilikan ETF telah mencatat arus keluar yang moderat, meskipun UBS mengatakan posisi “tetap jauh dari ekstrem dan memberikan ruang untuk partisipasi investor yang baru.”

Meskipun terjadi pemotongan suku bunga dalam jangka pendek, UBS tetap optimis terhadap emas dalam 12 bulan ke depan, dengan skenario dasar mengasumsikan The Fed memotong suku bunga hingga 50 basis poin pada tahun 2027 mendatang.

Lebih lanjut, UBS mengungkapkan bahwa pelemahan menuju $3.850-4.000 per troy ounce pada akhirnya mungkin terbukti menjadi peluang untuk meningkatkan eksposur.

Share