NEW YORK, Detiktoday.com – Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin (20/4/2026), seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Reli panjang Nasdaq pun akhirnya terhenti setelah 13 hari berturut-turut menguat.
Dikutip dari CNBC internasional, indeks S&P 500 turun 0,24% ke level 7.109,14, sementara Nasdaq Composite melemah 0,26% ke 24.404,39, sekaligus mengakhiri reli terpanjangnya sejak 1992. Adapun Dow Jones Industrial Average turun tipis 4,87 poin (0,01%) ke 49.442,56.
Berbeda dengan indeks utama, Russell 2000 justru menguat 0,58% ke 2.792,96 dan mencetak rekor penutupan tertinggi baru, bahkan sempat menyentuh level intraday tertinggi sepanjang masa.
Pelaku pasar masih kesulitan memperkirakan skenario terburuk dari konflik AS-Iran, terutama setelah pasar saham sebelumnya pulih dari area koreksi hingga kembali ke level tertinggi sepanjang masa.
Head of Equities Aptus Capital Advisors David Wagner menilai, konflik tersebut belum sepenuhnya menjadi kekhawatiran utama pasar. “Perang dengan Iran kini seperti sudah berlalu bagi pasar,” ujarnya.
Saham sektor perangkat lunak mencatatkan penguatan, tercermin dari kenaikan ETF iShares Expanded Tech-Software Sector (IGV) lebih dari 1%.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan, pihaknya telah menembak dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman. Langkah ini diambil setelah Iran menolak mengikuti putaran baru pembicaraan damai yang direncanakan AS di Pakistan.
Ancaman Trump