Wall Street Menguat Lagi, Dow Jones Reli Rekor Dua Hari Berturut-turutWall Street Menguat Lagi, Dow Jones Reli Rekor Dua Hari Berturut-turut

Wall Street Menguat Lagi, Dow Jones Reli Rekor Dua Hari Berturut-turutWall Street Menguat Lagi, Dow Jones Reli Rekor Dua Hari Berturut-turut

Share
Share

Harga minyak dunia ditutup menguat tipis, namun masih jauh dari level tertinggi yang sempat tercapai awal pekan ini. Pelaku pasar berharap konflik Iran dapat segera menemukan solusi diplomatik.

Minyak Brent naik 0,9% menjadi US$ 103,54 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) menguat sekitar 0,3% ke level US$ 96,60 per barel.

Di pasar obligasi, yield obligasi AS tenor 10 tahun turun hampir 3 basis poin ke sekitar 4,56%, sementara yield obligasi tenor 30 tahun melemah lebih dari 4 basis poin menjadi 5,06%.

Sebelumnya, lonjakan yield sempat menekan pasar saham. Yield obligasi 30 tahun bahkan sempat menyentuh level tertinggi sejak 2007, sedangkan yield tenor 10 tahun mencapai posisi tertinggi lebih dari satu tahun akibat kekhawatiran perang AS-Iran berkepanjangan akan memicu inflasi lebih tinggi.

Dari sisi emiten, saham perusahaan semikonduktor Qualcomm melonjak hampir 12% pada Jumat dan mencatat kenaikan tiga hari berturut-turut. Secara mingguan, saham Qualcomm melesat 18,2%.

Secara mingguan, S&P 500 naik 0,9% dan mencatat penguatan selama delapan pekan berturut-turut, menjadi reli mingguan terpanjang sejak akhir 2023.

Sementara itu, Dow Jones menguat 2,1% dan membukukan tiga pekan positif dalam empat pekan terakhir, sedangkan Nasdaq naik 0,5% dan mencatat kenaikan tujuh kali dalam delapan pekan terakhir.

Share