JAKARTA, Detiktoday.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Jumat (22/5/2026) menguat 18,5 poin atau 0,3% ke level 6.113,4.
Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG menguat seiring dengan bursa regional Asia yang bergerak menguat, serta sejalan dengan kenaikan di Wall Street karena meningkatnya sentimen di tengah harapan akan potensi kesepakatan Amerika Serikat (AS)-Iran untuk mengakhiri konflik.
Menurut Pilarmas, laporan menunjukkan bahwa Iran memandang proposal AS terbaru sebagai upaya untuk mempersempit perbedaan antara kedua pihak, memperkuat harapan akan kemajuan dalam negosiasi.
Iran mengatakan proposal terbaru AS telah membantu mempersempit perbedaan antara kedua pihak, memicu harapan untuk kesepakatan perdamaian dan meredakan kekhawatiran atas gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz.
Sementara itu, dari dalam negeri, IHSG cenderung bergerak fluktuatif yang di pengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik.
Pasar keuangan dan industri komoditas nasional tertekan menyusul pelemahan kurs rupiah serta polemik rencana sentralisasi ekspor satu pintu.
Di tengah polemik tersebut, Danantara menjamin kebijakan ini tidak akan mengganggu atau membatalkan kontrak jangka panjang eksportir swasta yang sudah berjalan.
Pilarmas menjelaskan, pihaknya juga berkomitmen membuka ruang dialog bersama pelaku industri dan asosiasi untuk memastikan masa transisi berjalan aman.
Sementara dua lembaga pemeringkat global, Moody’s dan S&P, memperingatkan bahwa kebijakan tata kelola ekspor baru ini berisiko memicu distorsi pasar, mengganggu kinerja ekspor, hingga mengancam penurunan peringkat utang Indonesia.
Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar DFAM, PBSA, KOKA, EMAS, DEPO. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar ASPR, LCKM, PGLI, RONY, POLU.
Adapun Pilarmas merekomendasikan saham VKTR dengan posisi buy, dengan rentang support dan resistance di level 655 -770.