JAKARTA, Detiktoday.com – Ketidakpastian kembali melanda pasar emas, yakni di negara konsumen emas terbesar kedua di dunia menyusul kebijakan pembatasan impor terbaru.
Dikutip dari Kitco News, Jumat (22/5/2026) Editor Senior di Juris Hour, Mariya Paliwala mengungkapkan bahwa kebijakan baru pembatasan impor di India yang bertujuan untuk menjaga cadangan nasional dan mengatur arus masuk emas telah memicu diskusi di antara investor dan pelaku pasar.
Dilaporkan, investor dan pelaku pasar mulai memberi perhatian pada dampak pembatasan impor terhadap dinamika pasokan emas lokal, transmisi harga, dan valuasi dana yang diperdagangkan di bursa (ETF).
Paliwala membeberkan, dampak langsung dari kebijakan tersebut mulai terlihat pada harga emas domestik.
“Meskipun terjadi peningkatan bea impor, harga pasar tidak bereaksi secara proporsional pada fase awal,” katanya.
Paliwala mengutip sumber industri yang mencatat bahwa meskipun terjadi peningkatan bea bersih sebesar 9%, harga emas domestik hanya naik antara 5% dan 6% setelah kebijakan pembatasan impor berlaku.
“Para investor kini memantau perkembangan internasional secara cermat untuk menentukan arah harga di masa mendatang,” ungkapnya. Paliwala memaparkan, faktor-faktor kunci yang diamati meliputi keputusan suku bunga oleh Federal Reserve, fluktuasi dolar AS terhadap rupee India, dan pergerakan harga minyak dunia.
Pada saat yang sama, pedagang emas domestik mulai mengeluarkan inisiatif. Asosiasi Emas dan Perhiasan India (IBJA) mengusulkan monetisasi hampir 1.000 ton ‘emas kuil’ yang tidak digunakan untuk mengurangi tekanan impor sekaligus melindungi lapangan kerja di industru emas perhiasan.
“Emas adalah penyumbang devisa terbesar kedua yang keluar dari negara ini,” kata Ketua IBJA Negara Bagian Gujarat, Nainesh Pachchigar. Ia mencatat, India mengimpor sekitar 800 ton emas per tahun.
“Banyak yayasan saat ini menyimpan sejumlah besar emas yang tidak digunakan, jumlahnya hampir 1.000 ton secara total. Jika sebagian dari emas itu dapat dimanfaatkan, itu akan sangat membantu,” imbuhnya.