NEW YORK, Detiktoday.com – Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup terpukul pada perdagangan Rabu (8/7/2026), setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir dan mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Teheran.
Dikutip dari CNBC internasional, pernyataan Trump tersebut memicu lonjakan harga minyak dan kembali mengguncang sentimen pasar global.
Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 576,76 poin (1,09%) ke level 52.348,39. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 0,28% menjadi 7.482,71. Berbeda dengan dua indeks utama lainnya, Nasdaq Composite justru menguat 0,2% dan ditutup di level 25.870,65.
Di pasar energi, harga minyak melonjak tajam. Minyak mentah Brent ditutup naik 5,43% ke US$ 78,19 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 4,37% menjadi US$ 73,52 per barel.
“Saya pikir semuanya sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi,” kata Trump saat menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki.
Trump kemudian kembali memperkeras nada pernyataannya dengan mengancam akan menyerang Iran lagi. “Kami akan menghantam mereka dengan keras malam ini,” ujar Trump.
Pernyataan tersebut muncul setelah AS pada Selasa melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran sebagai balasan atas serangan terhadap tiga kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyebut, serangan AS terhadap Iran sebagai langkah yang ‘sangat diperlukan’. “Ketika ada gencatan senjata dan Iran pada dasarnya melanggarnya, seperti yang terlihat dari serangan terhadap kapal-kapal kemarin, maka sangat penting bagi AS untuk bereaksi secara tegas,” ujar Rutte.
Saham Energi Melambung