JAKARTA, Detiktoday.com – Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), masyarakat di Kabupaten Lebak, Banten, mulai merasakan tekanan ekonomi secara langsung. Dalam dua pekan terakhir, warga ramai-ramai menjual emas perhiasan mereka untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga biaya pendidikan anak.
Pantauan B-Universe di kawasan Pasar Tradisional Rangkasbitung pada Minggu (24/5/2026) menunjukkan aktivitas jual dan beli emas terlihat meningkat. Sejumlah toko emas dipadati warga yang datang membawa perhiasan untuk dijual.
Fenomena ini menjadi gambaran tekanan ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat akar rumput akibat melemahnya rupiah. Emas yang selama ini disimpan sebagai aset keluarga kini banyak dilepas untuk memenuhi kebutuhan mendesak.
Salah seorang pemilik toko emas di Rangkasbitung, yakni Romi (43) mengungkapkan bahwa tren penjualan emas oleh masyarakat meningkat dalam satu hingga dua pekan terakhir.
“Harga emas perhiasan hari ini beli di Rp 2,430 juta per gram dan jual di Rp 2,330 juta per gram. Minggu ini sebenarnya cenderung stabil,” ungkap Romi saat ditemui disela-sela kesibukan melayani penjual emas, dikutip pada Senin (25/5/2026).
Meski harga emas relatif stabil, menurut Romi, kondisi rupiah yang terus melemah membuat masyarakat lebih memilih menjual emas dibanding membeli.
“Sekarang kayaknya yang jual lebih banyak, walaupun belum terlalu signifikan. Mungkin karena kondisi rupiah lagi anjlok juga,” katanya.
Ia mengungkapkan, peningkatan warga yang menjual emas mulai terlihat sejak dua minggu terakhir. Jenis emas yang paling banyak diperjualbelikan adalah emas 24 karat dan emas muda atau yang biasa dikenal masyarakat sebagai emas Singapura.
“Ada emas 24 sama Mas Singapura kalau di sini sebutnya ya, emas muda ya,” ungkapnya.
Ekonomi Keluarga Sedang Sulit