NEBRASKA, Detiktoday.com – Ada pemandangan yang tidak biasa dalam pertemuan tahunan Berkshire Hathaway 2026 yang digelar pada 2 Mei 2026. Warren Buffett, sosok yang dijuluki Oracle of Omaha, untuk pertama kalinya dalam enam dekade duduk di kursi penonton dan bukan di atas panggung.
Meskipun tongkat estafet kepemimpinan mulai beralih secara jelas kepada penerusnya, Greg Abel, pengaruh Buffett tetap terasa kuat.
Di usia 95 tahun, ia membagikan pandangan mendalam mengenai filosofi investasinya yang tetap relevan meski dunia keuangan terus berubah. Saat ini, Berkshire Hathaway tercatat memegang cadangan kas fantastis yang diperkirakan mencapai $380–$400 miliar.
Berikut adalah lima aturan utama dari “buku pedoman” Warren Buffett yang ia ungkapkan kembali baru-baru ini, menurut laporan Business Times, Selasa (5/5/2026).
1. Tetap Berada di Area yang Anda Pahami
Buffett menegaskan kembali prinsip utamanya, yakni fokus hanya pada apa yang dimengerti. “Saya cerdas di titik-titik tertentu, dan saya tetap berada di sekitar titik-titik tersebut,” ujarnya, dikutip Selasa. Ia mengakui bahwa seiring berkembangnya teknologi, sektor yang ia pahami mungkin menyusut, namun ia tidak akan memaksakan diri masuk ke bidang yang tidak ia kuasai.
2. Tidak Bertindak Juga Merupakan Sebuah Keputusan
Besarnya cadangan kas Berkshire menunjukkan disiplin Buffett dalam menunggu. Ia percaya bahwa lebih baik tidak melakukan apa pun daripada berinvestasi pada sesuatu yang tidak memenuhi kriteria.
“Dalam 60 tahun, mungkin hanya ada lima peluang yang benar-benar menggiurkan,” jelas Buffett. Ia pun menekankan pentingnya selektivitas daripada aktivitas tanpa henti.
3. Pasar Saat Ini: “Gereja dengan Kasino di Sampingnya”
Buffett menyoroti pergeseran perilaku pasar yang semakin spekulatif. Ia mengkritik tren perdagangan opsi jangka pendek yang ia sebut sebagai perjudian, bukan investasi. “Kita belum pernah melihat orang-orang dalam suasana hati yang lebih ingin berjudi daripada sekarang,” tambahnya.
4. Peluang Muncul Saat Terjadi Tekanan Pasar
Bagi Buffett, waktu terbaik untuk membeli adalah saat pasar sedang kacau dan orang lain takut bertindak. Ia menggambarkan kondisi pasar yang jatuh seperti “rumah jagal” di mana harga menjadi tidak menentu. Namun, justru di saat itulah Berkshire siap menyuntikkan modal besar ketika pihak lain tidak mampu melakukannya.
5. Pentingnya Etika dan Perilaku
Menutup pesannya, Buffett mengingatkan pentingnya aturan emas. “Perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan,” katanya. Menurut Buffett, ini bukan sekadar nasihat moral, melainkan strategi praktis yang membangun hubungan jangka panjang dan reputasi yang kokoh dalam dunia bisnis.
Pertemuan tahunan 2026 menandai era baru bagi Berkshire Hathaway. Selama puluhan tahun, duet Warren Buffett dan mendiang Charlie Munger menjadi pusat perhatian yang menjawab pertanyaan pemegang saham selama berjam-jam. Dengan Buffett yang kini memilih mengamati dari bangku penonton, perhatian investor kini tertuju pada Greg Abel sebagai CEO terpilih.
Abel memiliki tugas besar untuk mengelola tumpukan kas senilai ratusan miliar dolar di tengah pasar global yang semakin volatil dan didominasi oleh teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI), sektor yang selama ini cenderung dihindari oleh Buffett.
Meskipun terjadi transisi kepemimpinan, strategi fundamental perusahaan dipastikan tetap berakar pada prinsip-prinsip konservatif namun agresif yang telah dibangun Buffett selama lebih dari setengah abad.