NEW YORK, Detiktoday.com – Harga emas dunia kembali menguat pada Rabu (22/4/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam sepekan. Kenaikan ini didorong aksi beli investor yang memanfaatkan harga murah (bargain hunting), di tengah ketidakpastian geopolitik dan belum jelasnya kelanjutan perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Harga emas spot ditutup menguat 0,42% menjadi US$ 4.740,15 per ons troy. Bahkan, di awal perdagangan, emas sempat melonjak hingga 1%. Kenaikan ini terjadi setelah sehari sebelumnya logam mulia mencatat penurunan harian terbesar sejak 26 Maret.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni ditutup menguat 0,82% ke level US$ 4.758,4 per ons troy.
Dikutip dari Reuters, analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff mengatakan, kenaikan harga emas saat ini didorong aksi beli setelah penurunan tajam sehari sebelumnya. Investor memanfaatkan momentum pelemahan harga untuk masuk kembali ke pasar.
Di sisi lain, sentimen geopolitik masih menjadi perhatian utama pasar. Iran dilaporkan menyita dua kapal di Selat Hormuz, sementara Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa blokade terhadap Iran akan tetap berlanjut. Hingga kini, belum ada kepastian terkait jadwal dimulainya kembali perundingan damai antara kedua negara.
Ketegangan juga meningkat di kawasan Timur Tengah lainnya. Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon kembali tertekan setelah serangan drone Israel menewaskan sedikitnya tiga orang di Lebanon.
Situasi Masih Rapuh