Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Yevri Sitorus, melontarkan sindiran tajam terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh kisaran Rp17.300 per dolar AS. Pernyataan tersebut disampaikannya melalui akun media sosial pada Jumat (24/4/2026), yang langsung memicu beragam reaksi publik.
“Banyak orang mulai panik karena 1 US$ menyentuh Rp17.300. Santai saja, katanya kalau sampai Rp20.000 akan mulai dari nol lagi kayak pom bensin! Pemerintah punya kantong Doraemon!!” ujar Deddy Yevri Sitorus dengan nada satir, dikutip Senin (27/4/20206).
Pernyataan tersebut dinilai sebagian kalangan sebagai kritik keras terhadap optimisme pemerintah dalam merespons tekanan ekonomi. Namun, ada pula yang melihatnya sebagai bentuk satire politik yang mencerminkan keresahan masyarakat terhadap kondisi nilai tukar.
Pelemahan rupiah belakangan ini menjadi sorotan, terutama di tengah tekanan global seperti penguatan dolar AS, ketegangan geopolitik, serta arus modal keluar dari negara berkembang. Kondisi ini turut memengaruhi persepsi publik terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Selain faktor global, kepercayaan terhadap kebijakan ekonomi domestik juga menjadi perhatian. Kritik yang disampaikan Deddy mencerminkan adanya kekhawatiran bahwa respons pemerintah dinilai belum sepenuhnya menjawab tantangan yang ada.
Dalam perspektif komunikasi politik, pernyataan satir seperti ini kerap muncul ketika terdapat jarak antara narasi resmi pemerintah dan realitas yang dirasakan masyarakat. Sindiran “kantong Doraemon” pun dimaknai sebagai gambaran persepsi publik terhadap solusi instan atas persoalan struktural.
Sementara itu, pemerintah sebelumnya menegaskan bahwa pelemahan rupiah masih dalam batas wajar dan dipengaruhi oleh dinamika global. Meski demikian, meningkatnya perhatian publik menunjukkan bahwa stabilitas nilai tukar tetap menjadi indikator penting dalam menilai kinerja ekonomi nasional.