Harga Emas Menguat, Berpeluang Menuju US$ 5.005 per Ons Troi

Gelombang Besar Pembelian Emas

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – World Gold Council (WGC) mengungkapkan bahwa bank sentral global meningkatkan kepemilikan emas dengan laju tercepat dalam lebih dari setahun pada kuartal pertama 2026.

Dikutip dari Mining.com, Kamis (30/4/2026), laporan terbaru WGC mengungkapkan bahwa penurunan harga emas mendorong gelombang pembelian yang mengimbangi penjualan oleh sejumlah bank sentral lain.

WGC mencatat, pembelian bersih emas di antara lembaga resmi mencapai 244 ton pada kuartal pertama 2026, atau naik dari 208 ton pada kuartal sebelumnya. Bank sentral Polandia, Uzbekistan, dan Tiongkok menjadi pembeli emas terbesar.

Lonjakan akumulasi bersih ini terjadi ketika bank sentral lain mengurangi kepemilikan emas mereka. Turki, Rusia, dan Azerbaijan bergabung dengan sejumlah bank sentral dan dana kekayaan negara lainnya dengan mengurangi sekitar 115 ton emas selama kuartal pertama.

Dilaporkan, Turki menjual cadangan emas untuk melindungi mata uang dan ekonominya dari dampak perang; Rusia menjual emas untuk memenuhi defisit anggaran; dan Azerbaijan, melakukan aksi jual untuk mengembalikan kepemilikan ke dalam batas yang diizinkan.

Selain itu, WGC juga menyoroti fluktuasi harga emas dalam beberapa waktu terakhir setelah pecahnya perang AS-Iran. Disebutkan, diantara faktor-faktor yang membebani harga emas adalah melonjaknya harga energi, yang meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga atau menaikkannya untuk menahan inflasi.

“Ini pertama kalinya dalam beberapa waktu kita melihat koreksi yang cukup signifikan pada harga emas,” kata John Reade, kepala strategi di World Gold Council yang berbasis di London.

“Hal itu memungkinkan bank sentral yang mungkin sebelumnya menahan diri, menunggu kesempatan seperti ini, untuk masuk dan mengambil sejumlah besar emas,” bebernya.

Share