JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas dunia tetap bertahan kuat di atas level US$ 4.600 per ons troi pada perdagangan Jumat (1/5/2026), setelah sebelumnya melonjak hampir 2% pada sesi sebelumnya. Penguatan ini ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) menyusul laporan intervensi mata uang oleh Jepang.
Harga emas hari ini terlihat stabil di level US$ 4.522,74 per ons troi saat berita ini ditulis.
Baca juga:
Dikutip dari TradingView, secara umum, pelemahan dolar AS membuat emas, yang diperdagangkan dalam denominasi dolar, menjadi lebih terjangkau bagi investor global, sehingga meningkatkan permintaan.
Meski demikian, prospek jangka pendek emas masih dibayangi tekanan. Logam mulia ini diperkirakan mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut, seiring memudarnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Ketegangan geopolitik yang berlanjut, termasuk belum adanya kepastian pembukaan kembali Selat Hormuz, turut memperburuk kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
Baca juga:
Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mempertahankan blokade laut terhadap pelabuhan Iran. Di sisi lain, pemerintah Iran menegaskan tidak akan menghentikan program nuklirnya serta mengindikasikan tetap mempertahankan kendali atas Selat Hormuz.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global. Dampaknya, pelaku pasar memperkirakan bank sentral utama dunia akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan membuka peluang pengetatan lanjutan.
Di tengah dinamika tersebut, data dari World Gold Council (WGC) menunjukkan bahwa bank sentral di berbagai negara terus menambah cadangan emas pada kuartal I-2026. Tren ini mencerminkan masih kuatnya peran emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.