Pakar Bocorkan Strategi Investasi Emas

Pakar Ramal Harga Emas Sulit Berubah Arah dari Titik Ini

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Kalangan pakar memproyeksikan harga emas dunia akan kembali berfluktuasi, imbas sentimen tentang kebuntuan pembicaraan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

Dikutip dari Kitco News, Sabtu (2/5/2026), Ahli Strategi Pasar Senior di FXTM, Lukman Otunuga menyoroti sentimen tentang Selat Hormuz yang masih ditutup untuk lalu lintas minyak dunia, meskipun gencatan senjata telah diberlakukan.

“Terlepas dari periode ketidakpastian yang berkepanjangan dan meningkatnya kelelahan pasar, emas dapat terjebak di posisi yang merugi karena harga minyak yang mencapai tiga digit,” kata Otunuga.

Otunuga memproyeksi harga emas akan bergerak di level US$ 4.600 per ons troi seiring terjadinya fluktuasi.

“Kelemahan di bawah titik ini dapat membuka jalan harga emas menuju US$ 4.450 dan US$ 4.320. Penutupan mingguan harga emas di atas US$ 4.600 dapat memicu pergerakan selama 21 hari di US$ 4.710 dan US$ 4.750,” bebernya.

Adapun Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, Ole Hansen memproyeksi penurunan harga emas akan mencapai ke level support US$ 4.500 per ons troi.

Pada saat yang sama, ia melihat harga emas berpeluang kembali rebound di atas US$ 4.670 per ons troi untuk mendapatkan kembali momentum teknis.

Kemudian, Analis Pasar Senior di Pepperstone, Michael Brown mengatakan bahwa ia melihat data ketenagakerjaan minggu depan akan mengubah kebijakan moneter Federal Reserve.

Minggu lalu, bank sentral AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga. Ketua The Fed Jerome Powell mengungkapkan bahwa bank sentral AS diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Meskipun emas mungkin terus berjuang dalam jangka pendek, Brown mengatakan bahwa ia terus melihat inflasi yang lebih rendah sebagai peluang pembelian.

Share