Pakar Optimis Harga Emas Bisa Naik Kencang Segini

Ahli Bilang Harga Emas Bisa Rebound ke Level Ini

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Kalangan ahli mempertahankan prospek positif pada harga emas untuk jangka panjang, meski tengah berfluktuasi seiring lonjakan harga minyak dunia.

Dikutip dari Kitco News, Senin (4/5/2026), Kepala Strategi Komoditas TD Securities, Bart Melek mengatakan bahwa ia tetap optimistis terhadap harga emas dalam jangka panjang dan mempertahankan proyeksinya di level US$ 5.000 per troy ounce.

“Begitu pasar minyak mulai stabil dan sinyal inflasi menunjukkan penurunan, kami memperkirakan harga logam mulia akan kembali ke kisaran US$ 5.200 pada akhir tahun,” ungkap Bart Melek.

Saat itu, menurut dia, The Fed juga akan mulai membalikkan sebagian kerusakan ekonomi akibat lonjakan harga minyak dengan condong ke mandat lapangan kerja maksimum. Sedangkan tingkat utang akan tetap sangat tinggi dan tekanan pada jangka panjang untuk pendanaan akan terus meningkat.

“Kekhawatiran seputar represi keuangan, de-dolarisasi, dan pelemahan dolar dapat sekali lagi memicu perdagangan pelemahan nilai tukar,” katanya.

Namun, Bart Melek juga tidak mengesampingkan bahwa harga emas tengah diguncang sentimen tentang dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah, yang mendorong kekhawatiran inflasi lebih tinggi serta memaksa bank sentral untuk mengambil sikap yang lebih hawkish terhadap kebijakan moneter.

Namun, Bart Melek juga mencatat bahwa harga emas sejauh ini berhasil mempertahankan level support di atas rata-rata pergerakan 200 hari di dekat US$ 4.258. Selama level ini stabil, ia menilai tren naik jangka panjang emas bisa bertahan. 

Di sisi lain, meski pasar emas cukup tangguh, Melek mengantisipasi kenaikan harga minyak tetap menjadi risiko terbesar.

“Lonjakan harga minyak hingga US$ 150 per barel dapat mendorong harga emas turun level (ke rata-rata pergerakan 200 hari),” ujarnya.

Share