JAKARTA, Detiktoday.com – Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, terutama investasi dan keuangan, Detiktoday.com telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam berinvestasi. Berikut 5 berita paling populer hingga Minggu (3/5/2026):
1. Isu Panas Saham Bank
Harga minyak masih bertengger di atas level US$ 100 per barel, seiring kebuntuan negosiasi antara AS dan Iran terkait kesepakatan pengakhiran perang. Situasi tersebut menjadi sentimen negatif bagi sektor perbankan, termasuk saham-sahamnya.
Berdasarkan estimasi konsensus analis per 28 April 2026, median pertumbuhan laba bersih Big 4 Banks tahun ini masih diproyeksikan sekitar 5,4% yoy. Big 4 Banks tersebut adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Sebagai informasi, investor institusi biasanya menggunakan estimasi laba bersih masa depan dari analis untuk mengukur sejauh mana optimisme/pesimisme pasar terhadap prospek suatu perusahaan.
2. Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan terpantau stabil di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas pada Minggu pagi, 3 Mei 2026.
Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon pembeli maupun investor emas perhiasan disarankan untuk terus memantau harga agar bisa mengambil keputusan terbaik, baik untuk membeli maupun menjual emas.
Cek daftar harga emas perhiasan berdasarkan data dari Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai kadar karat pada Minggu (3/5/2026) di sini.
3. Lima Saham Berpeluang Besar Ngacir di Mei, Pantau Ketat
Sebanyak lima saham berpeluang besar naik tajam di Mei 2026, berdasarkan data historis yang dihimpun BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS). Mereka adalah saham MDKA, RAJA, ACES, INCO, dan TKIM, dengan probabilitas kenaikan hingga 60%, sehingga bisa menjadi saham pilihan Mei 2026.
Pendekatan berbasis data historis, demikian BRIDS, menunjukkan, meskipun bulan Mei sering dikaitkan dengan fase pasar yang lebih moderat, peluang tetap terbuka pada saham-saham tertentu dengan karakteristik spesifik. Di bulan ini, penguatan saham akan didominasi sektor komoditas, energi, dan konsumer.
Artinya, broker ini peluang mencetak cuan tidak hilang, namun berpindah ke sektor dan saham tertentu. Strategi yang lebih optimal adalah akumulasi bertahap dan selective buying saham-saham yang berpotensi naik.
4. Harga Emas Sepekan ke Depan, Mengarah ke Level Ini
Harga emas dunia diprediksi bergerak dalam rentang US$ 4.389 per troy ounce hingga US$ 4.851 per troy ounce dalam sepekan ke depan.
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, untuk harga emas dunia, pada Sabtu ditutup US$ 4.616 per troy ounce. Ibrahim menjelaskan, untuk sepekan ke depan, harga emas dunia jika turun berpotensi ke level ini.
Dia menjelaskan faktor yang mempengaruhi pergerakan harga emas dunia, terutama karena adanya faktor dari geopolitik.
5. Saham BBCA Tetap Memimpin
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap memimpin jajaran saham dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI), meski saham BBCA terus digempur investor asing.
Berdasarkan data BEI per 30 April 2026, yang dikutip pada Minggu (3/5/2026), market cap saham BBCAmenduduki peringkat 1. Peringkat 2 adalah saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Lalu, di peringkat 3, ada saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII).
Sementara itu, dalam sepekan terakhir atau selama perdagangan 27-30 April 2026, saham BBCA kembali dilanda aksi jual bersih (net sell) asing besar-besaran. Net sell asing pada saham BBCA di pasar reguler terbilang paling besar mencapai Rp 2,06 triliun.