Harga Avtur Melambung, Arif Uopdana Dorong Subsidi Kargo untuk Papua

Harga Avtur Melambung, Arif Uopdana Dorong Subsidi Kargo untuk Papua

Share
Share

​Jayapura, Detiktoday.com – Anggota Komisi XII DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Pegunungan, Arif Riyanto Uopdana, ST, menggelar kunjungan reses perorangan di Kota Jayapura, Minggu (3/5/2026). 

Dalam pertemuan tersebut, Arif menyerap aspirasi mahasiswa asal Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) sekaligus memaparkan dampak serius krisis geopolitik global terhadap ekonomi di Tanah Papua.

​Kegiatan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Ketua DPR Kabupaten (DPRK) Pegubin, Gutinus Wasini, serta jajaran pengurus Ikatan Mahasiswa Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG) Kota Studi Jayapura.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Arif menyoroti konflik Iran melawan Israel dan Amerika Serikat yang pecah sejak 28 Februari 2026. Menurutnya, blokade Selat Hormuz oleh Iran telah memutus rantai pasok energi dunia.

​”Selat Hormuz adalah urat nadi energi global. Sekitar 20% pasokan dunia melewati jalur ini. Akibat blokade, harga minyak dunia melonjak, yang memaksa Pemerintah Indonesia dan Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi serta avtur,” jelas Arif.

​Dampak ini, lanjut Arif, sangat terasa di Papua. Di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Sentani, harga avtur kini menyentuh angka Rp25.521,09 per liter, melonjak drastis dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp15.000 per liter.

​Kenaikan harga bahan bakar pesawat ini memicu efek domino. Maskapai penerbangan yang menjadi tulang punggung transportasi di Provinsi Papua Pegunungan mulai menyesuaikan tarif angkutan penumpang dan barang.

​Kondisi ini memperparah inflasi di wilayah pedalaman. Arif mencontohkan, harga kebutuhan pokok di Oksibil, ibu kota Pegunungan Bintang, kini meroket.

– ​ Air Mineral (330 ml): Dari Rp10.000 naik menjadi Rp15.000 per botol.

,- ​Logistik: Tarif kargo dari Jayapura ke Pegubin mengalami kenaikan signifikan.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

​Menyikapi krisis ini, politisi muda PDI Perjuangan tersebut meminta mahasiswa Pegubin untuk proaktif memantau kondisi ekonomi di lapangan. Ia berharap mahasiswa dapat memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait pemicu kenaikan harga barang.

​Sebagai solusi jangka panjang, Arif menegaskan akan memperjuangkan kebijakan khusus dari pemerintah pusat.

​”Ke depan, kami mendorong Pemerintah Pusat untuk menyiapkan subsidi harga avtur khusus bagi penerbangan kargo di Tanah Papua, terutama wilayah terpencil yang hanya bisa diakses dengan pesawat. Ini krusial agar harga kebutuhan pokok kembali normal dan stabil,” tegasnya.

Share