Harga Emas Menguat, Berpeluang Menuju US$ 5.005 per Ons Troi

Harga Emas Bersiap Bikin Kejutan

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Meskipun menghadapi hambatan imbas sentimen geopolitik, kalangan pakar tetap optimistis harga emas dunia masih berpeluang rebound, bahkan bisa mengejutkan hingga menembus level US$ 5.800 per troy ounce sebelum akhir 2026.

Dikutip dari Kitco News, Rabu (20/5/2026), kepala riset dan strategi logam mulia di MKS PAMP, Nicky Shiels mengungkapkan bahwa ia memperkirakan harga emas pada akhirnya akan naik 30% pada 2026, meski dampak konflik di Iran menekan logam mulia.

“Emas masih diperkirakan akan mencapai rata-rata US$ 4.500/troy ounce pada 2026, dengan level tertinggi baru sebesar US$ 5.800/troy ounce sebagai proyeksi yang wajar untuk paruh kedua tahun ini,” kata Shiels.

“Emas telah berubah dari perdagangan penurunan nilai menjadi proksi minyak terbalik selama konflik saat ini, dan meskipun korelasi tersebut telah melemah baru-baru ini, latar belakang stagflasi kembali berperan,” lanjutnya.

Dalam jangka pendek, Shiels menilai pergerakan harga emas di bawah level US$ 5.000 per troy ounce cukup wajar mengingat laju harga minyak dunia saat ini dan melemahnya permintaan fisik hingga musim panas.

Shiels bahkan membuka kemungkinan harga emas bisa mencapai US$ 10.000 per troy ounce pada tahun 2030 mendatang jika geopolitik mereda.

“Secara teoritis mungkin, karena aset riil terus mengalami penurunan nilai. Banyak hal yang harus terjadi agar harga emas mencapai angka lima digit, termasuk rotasi substansial dari investor institusional AS keluar dari ekuitas,” paparnya.

Ia juga membandingkan potensi emas dengan utang pemerintah AS untuk menghasilkan proyeksi harga yang lebih dramatis.

“Nilai emas AS (81.100 ton) adalah 14% dari seluruh utang AS yang dipegang asing; rata-rata jangka panjangnya adalah 50%, yang berarti sekitar US$ 18.000/troy ounce,” ia menyoroti.

Share