Penyebab Harga Emas Sulit Rebound Kencang

Harga Emas Jatuh, Dua Pekan Beruntun Investor Kena TekanHarga Emas Jatuh, Dua Pekan Beruntun Investor Kena Tekan

Share
Share

NEW YORK, Detiktoday.com Harga emas jatuh pada perdagangan Jumat (22/5/2026), mencatatkan kerugian mingguan kedua berturut-turut. Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan memperbesar ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).

Harga emas spot ditutup jatuh 0,75% menjadi US$ 4.509,41 per ons troi, setelah sempat merosot 1% di awal sesi. Secara mingguan, harga emas terkoreksi sekitar 0,68%. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni ditutup melemah 0,7% di level US$ 4.510,5 per ons.

Analis StoneX Rhona O’Connell mengatakan, pasar saat ini fokus pada risiko gangguan pasokan energi global akibat ketegangan di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dunia.

“Pelaku pasar seperti terpaku pada perkembangan di Hormuz dan potensi terganggunya rantai pasok global, yang kemudian memicu kekhawatiran inflasi serta kemungkinan kenaikan suku bunga,” ujar O’Connell dikutip dari Reuters.

Harga minyak dunia naik setelah investor meragukan perundingan damai antara AS dan Iran akan menghasilkan terobosan berarti dalam waktu dekat.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun memangkas penurunan sebelumnya dan bertahan dekat level tertinggi lebih dari satu tahun. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Kenaikan biaya energi dinilai berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi dan membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Situasi itu biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas, meskipun logam mulia kerap dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Peluang the Fed

Share