JAKARTA, Detiktoday.com – FTSE Russell akhirnya mengumumkan hasil tinjauan indeks triwulanan periode Juni 2026 untuk FTSE Global Equity Index Series.
FTSE menyatakan bahwa perubahan tinjauan triwulanan ini akan berlaku efektif pada hari Senin, 22 Juni 2026 (yaitu setelah penutupan bisnis pada hari Jumat, 19 Juni 2026).
Menurut FTSE, perubahan tinjauan indeks ini masih dapat direvisi hingga akhir jam kerjaJumat, 5 Juni 2026. Tapi mulai Senin, 08 Juni 2026, perubahan tinjauan indeks akan dianggap final.
“Setiap perubahan selanjutnya, umumnya hanya akan dipertimbangkan dalam keadaan luar biasa, sesuai dengan kebijakan dan pedoman perhitungan ulang FTSE Russell,” sebut pernyataan resmi FTSE dikutip Sabtu (23/5/2025).
Untuk Large Cap, FTSE menghapus saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari perhitungan karena merupakan saham dengan kepemilikan terkonsentrasi (HSC).
Kemudian, terdapat tiga saham yang dikeluarkan dari perhitungan Micro Cap, yakni Daaz Bara Lestari (DAAZ), Hillcon (HILL), dan Mulia Industrindo (MLIA).
DAAZ dikeluarkan dengan alasan gagal memenuhi persyaratan minimum free float. Sedangkan HILL dan MLIA gagal dalam penyaringan pengawasan saham.
Sebelumnya, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyebut poin utama dari pengumuman FTSE adalah pasar baru bisa bereaksi saat pembukaan Senin pekan depan, memberi investor waktu akhir pekan untuk mencerna hasilnya.
“Ekspektasi sudah rendah pasca MSCI menghapus enam saham dari Standard Index pekan lalu,” kata BRIDS dalam catatannya, Jumat (22/5/2026).
BRIDS menambahkan, FTSE sebelumnya menandai saham dengan kepemilikan tightly-held untuk dihapus, dan menunda review penuh Indonesia hingga setidaknya September
BRIDS menaksir dua skenario berlawaran setelah pengumuman FTSE keluar. Pertama, jika hasil lebih buruk dari ekspektasi (seperti MSCI), pembukaan Senin berpotensi jadi sesi berat lagi.
Kedua, Jika FTSE menahan diri, ini bisa jadi katalis positif pertama bagi pasar Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.