Negara Ini Gencar Borong Emas demi Perkuat Cadangan DevisaNegara Ini Gencar Borong Emas demi Perkuat Cadangan Devisa

Para Ahli Kompak Ramal Harga Emas Menguat Pekan Depan, Ini PemicunyaPara Ahli Kompak Ramal Harga Emas Menguat Pekan Depan, Ini Pemicunya

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Mayoritas analis Wall Street memprediksi harga emas masih berpeluang menguat pada pekan depan, didukung ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan potensi melemahnya data tenaga kerja Negeri Paman Sam.

Berdasarkan survei mingguan Kitco News, sebanyak 75% analis Wall Street memperkirakan harga emas akan naik dalam sepekan ke depan. Hanya 17% yang memprediksi penurunan, sementara sisanya memperkirakan harga bergerak konsolidatif.

Kitco melaporkan, optimisme tersebut muncul setelah harga emas berhasil bangkit dari tekanan jual yang sempat menyeret logam mulia ke level terendah dua bulan. Emas spot sempat menyentuh US$ 4.365,85 per ons troi sebelum akhirnya ditutup menguat di level US$ 4.539,03 per ons troi pada akhir pekan.

Managing Director Bannockburn Global Forex Marc Chandler menilai, pemulihan harga emas menunjukkan sentimen bullish mulai kembali terbentuk. Menurut dia, secara teknikal peluang penguatan semakin terbuka apabila harga mampu menembus area US$ 4.585 per ons troi.

Presiden Asset Strategies International Rich Checkan juga memperkirakan, harga emas masih berpotensi naik. Menurut dia, meredanya ketegangan antara AS dan Iran berpotensi menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga membuka ruang bagi kebijakan suku bunga yang lebih longgar.

Sementara itu, Chief Investment Officer Zaye Capital Markets Naeem Aslam mengatakan, emas masih mendapat dukungan dari kombinasi faktor geopolitik, inflasi, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter AS. Menurut dia, pelemahan pasar tenaga kerja dapat menjadi katalis positif bagi logam mulia.

Fokus Data Penting AS

Share