Harga Emas Berpeluang Bangkit, tapi Masih Dibayangi Tekanan Suku BungaHarga Emas Berpeluang Bangkit, tapi Masih Dibayangi Tekanan Suku Bunga

Harga Emas Dihantam Tekanan Bertubi-tubiHarga Emas Dihantam Tekanan Bertubi-tubi

Share
Share

NEW YORK, Detiktoday.comHarga emas dunia kembali tertekan pada perdagangan Senin (1/6/2026). Logam mulia tersebut dihantam tekanan bertubi-tubi dari lonjakan harga minyak, penguatan dolar Amerika Serikat (AS), kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta membaiknya data ekonomi Negeri Paman Sam.

Harga emas spot ditutup turun 1,2% ke level US$ 4.484,8 per ons troi. Sementara itu, harga perak spot melemah 0,55% menjadi US$ 74,86 per ons.

Tekanan terhadap emas muncul setelah data ekonomi AS menunjukkan aktivitas manufaktur masih tumbuh solid. Indeks manufaktur ISM naik menjadi 54 pada Mei dari 52,7 pada April, menandai ekspansi selama lima bulan berturut-turut sekaligus menjadi level tertinggi sejak Mei 2022.

Komponen pesanan baru meningkat menjadi 56,8 dari sebelumnya 54,1. Meski demikian, indeks ketenagakerjaan masih berada di zona kontraksi pada level 48,6.

Selain itu, belanja konstruksi AS pada April naik 0,4% menjadi US$ 2,17 triliun secara tahunan. Peningkatan tersebut didorong pertumbuhan konstruksi perumahan swasta sebesar 0,8% dan konstruksi publik sebesar 0,4%.

Kombinasi data ekonomi yang kuat tersebut mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Tekanan terhadap emas semakin besar setelah harga minyak dunia melonjak tajam akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Harga minyak mentah WTI ditutup di level US$ 92,16 per barel, sedangkan Brent berada di US$ 94,98 per barel. Kenaikan harga minyak dipicu belum tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran terkait konflik yang terus memanas di kawasan tersebut. 

Laporan media Iran menyebut Teheran sempat menghentikan perundingan setelah serangan Israel di Lebanon. Namun Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan pembicaraan masih berlangsung dan terus bergerak maju.

Arah Emas Selanjutnya

Share