World Gold Council Sebut Emas Jadi Aset Strategis RIWorld Gold Council Sebut Emas Jadi Aset Strategis RI

Harga Emas Anjlok Lebih dari 2% Imbas Perang AS Iran

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas dunia mengalami tekanan berat pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Logam mulia ini tercatat anjlok lebih dari 2% ke level terendah dalam dua bulan terakhir, menyusul kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Hingga pukul 08.49 GMT atau sekitar pukul 16.00 WIB, harga emas di pasar spot turun 2,1% menjadi US$ 4.172,44 per ons, level terendah sejak 23 Maret 2026. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga melemah 2,1% ke posisi US$ 4.195,60 sebagaimana dipantau CNBC internasional, Rabu.

Gejolak ini dipicu oleh serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang dilancarkan Garda Revolusi Iran ke pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain. Serangan ini merupakan balasan atas aksi militer AS di sekitar Selat Hormuz, yang sekaligus mengakhiri gencatan senjata yang sempat disepakati kedua negara pada April 2026.

Analis riset senior di FXTM Lukman Otunuga menyatakan emas saat ini terjebak dalam risiko inflasi yang kian membesar. “Perseteruan baru antara AS dan Iran pada dasarnya telah menyabotase upaya perdamaian. Meski ada ketegangan geopolitik, emas tetap tertekan oleh kekhawatiran kenaikan suku bunga,” ujarnya, Rabu.

Bayang-bayang Kenaikan Suku Bunga AS

Kenaikan harga minyak akibat konflik ini kembali memicu kekhawatiran global terhadap inflasi. Investor kini mengantisipasi langkah bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), terkait kebijakan suku bunga.

Berdasarkan data CME FedWatch, pasar saat ini memperkirakan peluang 68% untuk kenaikan suku bunga AS pada Desember mendatang. Fokus investor kini tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Mei dan Indeks Harga Produsen (PPI) untuk memprediksi arah kebijakan moneter The Fed.

Secara teknis, penurunan emas di bawah level Simple Moving Average (SMA) 200 hari memberikan sinyal bearish yang kuat, yang berpotensi memicu tekanan jual lebih lanjut.

Di sisi lain, pergerakan harga emas turut menyeret logam mulia lainnya. Perak turun 2,1% menjadi US$ 63,99 per ons, platinum melemah 3,1% menjadi US$ 1.673,97, dan paladium terkoreksi 0,4% ke level US$ 1.217.Meta Description

Ketegangan antara AS dan Iran telah menjadi perhatian utama pasar global sejak pecahnya konflik yang didukung AS pada akhir Februari 2026. Konflik ini telah berdampak signifikan pada stabilitas geopolitik dan ekonomi global, terutama melalui volatilitas harga energi dan komoditas.

Sejak perang dimulai, harga emas telah merosot lebih dari 20% karena investor lebih memilih memegang aset likuid di tengah ketidakpastian ekonomi dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral.

Share