Jembatan Seremonial di Tengah Ketergantungan Bantuan Fiskal – Detiktoday.com

Jembatan Seremonial di Tengah Ketergantungan Bantuan Fiskal – Detiktoday.com

Share
Share

Detiktoday.com, OKI – Peresmian empat jembatan strategis di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru pada Minggu (14/6/2026) memicu sorotan tajam.

Alih-alih dipandang murni sebagai prestasi fisik, momentum ini dinilai mempertegas potret buram kemandirian fiskal daerah yang dinilai masih kedodoran dan sangat bergantung pada “suntikan dana” provinsi.

Kritik keras tersebut dilayangkan oleh Welly Tegalega dari Lembaga Investigasi Anti Korupsi (LIDIK) Kabupaten OKI. Menurutnya, penggunaan instrumen Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) provinsi yang terus-menerus menjadi tumpuan membuktikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) OKI belum mampu merespons kebutuhan mendasar infrastruktur warganya secara mandiri.

“Ketergantungan yang tinggi pada dana stimulan dari provinsi mengindikasikan bahwa APBD kabupaten masih kedodoran dalam merespons kebutuhan mendasar infrastruktur secara mandiri,” ucapnya.

Namun, sudut pandang kritis sebagai bentuk kepedulian dari lembaga kontrol sosial di “Bumi Bende Seguguk” tersebut justru berbanding terbalik dengan respons pemerintah daerah.

Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, justru secara terbuka mengakui dan mengonfirmasi besarnya ketergantungan wilayahnya terhadap stimulus dari pemerintah provinsi.

Muchendi menambahkan, percepatan pembangunan di wilayahnya sangat bergantung pada sinergi anggaran dengan pemerintah provinsi. Luasnya wilayah OKI membuat APBD kabupaten tidak mampu mencakup seluruh kebutuhan infrastruktur dasar secara mandiri,

“Kabupaten OKI berterima kasih karena tetap menjadi prioritas perhatian pemprov. Kami berharap sinergi interkoneksi ini terus berlanjut, khususnya untuk membuka keterisolasian desa-desa pelosok,” ujarnya.

Pernyataan Bupati ini kemudian merinci empat infrastruktur penghubung baru yang terletak di sejumlah lokasi yakni : Desa Ulak Jermun (Kecamatan Sirah Pulau Padang), Desa Bubusan (Kecamatan Jejawi), Desa Gading Sari (Kecamatan Mesuji Raya), dan satu titik lainnya di Kecamatan Mesuji. Muchendi juga menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian dari level atas tersebut,

“Alhamdulillah, Kabupaten OKI menjadi salah satu prioritas perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam pembangunan infrastruktur. Hari ini ada empat titik jembatan yang diresmikan,” ujar Muchendi.

Sementara itu, bagi Welly, pernyataan bersyukur Bupati tersebut justru menjadi alarm bahaya bagi masa depan daerah. Menurut dia, dengan bentang alam OKI yang sangat luas dan keterbatasan APBD, dana bantuan BKBK memang laksana oase di tengah gurun kering.

Namun, menurut dia, Pemda tidak mesti harus terlena dengan bantuan tersebut, melainkan menggali potensi daerah dan tidak melulu bertumpu pada kebijakan vertikal provinsi.

Pemkab harus mulai berani menggeser porsi beban pembangunan ke arah skema kemandirian daerah yang berkelanjutan.

“Jika pola pembangunan berbasis bantuan khusus ini terus diandalkan tanpa ada transisi, kemandirian daerah akan terus bergulir ke titik terendah. Kemanjaan anggaran seperti ini penting untuk segera diubah,” tegasnya.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, saat meresmikan infrastruktur tersebut di Desa Ulak Jermun, menegaskan bahwa pembangunan fisik di tingkat tapak harus berdampak langsung pada rantai pasok ekonomi warga. Di wilayah hilir seperti OKI, ketiadaan jembatan sering kali menjadi pemicu tingginya biaya logistik pertanian.

“Keberadaan jembatan-jembatan ini bukan sekadar mempermudah mobilitas warga dari satu titik ke titik lain. Lebih dari itu, ini adalah urat nadi baru untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, yang menjadi penopang utama hidup masyarakat di sini,” ujarnya.

Menariknya, meski dalam keterbatasan kemandirian anggaran, kelancaran proyek infrastruktur ini justru diselamatkan oleh kuatnya modal sosial masyarakat.

Gubernur secara khusus menyampaikan apresiasi kepada keluarga Riera Echo Rienalda yang telah menghibahkan lahan mereka demi memotong keruwetan pengadaan tanah yang kerap menguras energi birokrasi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan hibah tanah yang diberikan sehingga pembangunan jembatan ini dapat terwujud dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Ulak Jermun, Fitrianti, mengungkapkan rasa syukur mendalam karena jembatan ini memotong rantai keterbatasan mobilitas warga,

“Dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat menjadi lebih mudah dan lancar. Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten OKI,” tandasnya.

Share