IHSG Dikepung dari Berbagai SudutIHSG Dikepung dari Berbagai Sudut

8 Siklus Koreksi Besar IHSG8 Siklus Koreksi Besar IHSG8 Siklus Koreksi Besar IHSG

Share
Share

Henan Putihrai Sekuritas menyatakan, empat fase tersebut menggambarkan perilaku siklus yang telah selesai, namun bukan merupakan jaminan bahwa Siklus 8 akan mengikuti arc yang sama. Pertanyaannya selalu kondisional mengingat struktur katalis koreksi kali ini, seberapa memungkinkan skenario pemulihan terjadi? Untuk Siklus 8, jawaban itu bergantung pada sejumlah kecil katalis yang dapat diidentifikasi, yang paling segera adalah pengumuman MSCI pada 18 Juni.

Sebelum itu, Henan mengajak memahami karakter setiap fase:

Fase Descend dimulai dari puncak IHSG dan berakhir di trough. Ini adalah periode ketika harga bergerak ke bawah secara konsisten, diselingi pantulan temporer yang sering menipu investor bahwa pemulihan sudah dimulai. Secara emosional, inilah fase di mana godaan untuk keluar dan menunggu terasa paling kuat, dan ironisnya, juga fase di mana keputusan yang paling mahal biasanya dibuat. Rata-rata durasinya dari tujuh siklus yang selesai adalah 5,0 bulan, dengan median 5,2 bulan.

Fase Trough atau “dasar pasar” adalah periode yang paling diburu namun paling sulit ditangkap. Secara teknis, fase ini baru bisa dikonfirmasi ketika IHSG sudah memantul minimal 10 persen dari titik penutupan terendahnya, yang berarti konfirmasi selalu bersifat retroaktif. Median durasinya hanya 0,3 bulan, setara dengan tiga hingga dua puluh satu hari perdagangan. Ia datang dan pergi lebih cepat dari yang kebanyakan orang bayangkan.

Fase Normalization adalah perjalanan dari trough menuju titik tengah antara dasar dan puncak sebelumnya, secara teknis sampai IHSG menutup 50 persen dari jarak tersebut. Ini adalah fase yang paling sering terlewat oleh investor. Harga sudah naik, tetapi rasa takut belum pergi sepenuhnya. Banyak investor menunggu konfirmasi yang lebih kuat sebelum masuk kembali. Ketika konfirmasi itu akhirnya datang, harga sudah jauh di atas titik terbaik untuk masuk. Rata-rata durasinya adalah 3,2 bulan, dengan median 3,9 bulan.

Fase Recovery adalah babak terakhir dari siklus koreksi. Fase ini dimulai ketika IHSG telah menutup separuh dari jarak yang hilang, dan berakhir ketika indeks kembali ke puncak sebelumnya. Rata-rata durasinya dari tujuh siklus adalah 7,5 bulan. Pemulihan yang cepat terjadi ketika penyebab koreksi bersifat eksternal dan resolusinya tiba secara tiba-tiba. Pemulihan yang panjang terjadi ketika akar masalahnya bersifat struktural dan domestik.

Henan Putihrai Sekuritas mengungkapkan berdasarkan data per 15 Juni 2026, Siklus 8 memasuki puncaknya pada 20 Januari 2026 di level 9.134,70, lalu mengalami Fase Descend selama 4,6 bulan dengan drawdown maksimum 41,72 persen. Ini adalah koreksi ketiga terdalam sejak 2000, setelah GFC 2008 dan sedikit di atas COVID-19. IHSG mencapai dasarnya atau trough di level 5.324,14 pada 8 Juni 2026, diikuti pantulan +10,9 persen ke 5.902,38 dalam dua hari perdagangan. Durasi Fase Trough dua hari ini menyamai rekor GFC 2008 dan COVID-19 2020 sebagai yang tercepat dalam catatan.

Fase Descend Siklus 8 memiliki satu keunikan yang secara historis belum pernah ada: Bank Indonesia justru menaikkan suku bunga di tengah koreksi sebesar 50 basis poin (bukan memotongnya) dengan tujuan untuk mempertahankan rupiah, bukan untuk menstimulasi pertumbuhan. Faktor ini membuat katalis akhir Fase Descend pada siklus ini berbeda dari siklus sebelumnya. Ia bukan perubahan suku bunga, melainkan habisnya tekanan jual setelah net foreign sell mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Dengan Fase Descend yang sudah selesai dan trough yang terkonfirmasi (data per tanggal 10 Juni 2026), sebut Henan, pertanyaan yang relevan bukan lagi tentang seberapa jauh pasar bisa turun. Pertanyaan yang relevan adalah tentang apa yang biasanya terjadi setelah sebuah fase penurunan berakhir, dan bagaimana investor memposisikan dirinya di dalamnya.

“Apakah Siklus 8 sudah sepenuhnya memasuki Fase Normalization atau masih dalam konsolidasi di dasar pasar, masih perlu dikonfirmasi dengan perkembangan pasar berikutnya,” kata Henan.

Yang pasti, target teknis 50% retracement Fase Normalization berada di level 7.229,42. Dari posisi pembukaan IHSG per 15 Juni 2026 di 6.118,72, masih diperlukan kenaikan sekitar 18,2 persen untuk mencapai target tersebut. Berdasarkan pola historis koreksi struktural-domestik seperti Siklus 1 dan Siklus 5, durasi Normalization diperkirakan antara 3,9 hingga 7,0 bulan.

Ke depannya, lanjut Henn, terdapat beberapa signal dan milestone yang perlu diperhatikan. Pertama, keputusan MSCI tentang apakah Indonesia dipertahankan di kategori Emerging Market adalah signal terpenting untuk Siklus 8. Kedua, stabilisasi rupiah secara organik menuju kisaran Rp 15.000 – 16.000. Ketiga, arah BI Rate menuju pemangkasan adalah signal ketiga, yang secara historis selalu mendahului atau bersamaan dengan Fase Recovery.

“Penting untuk memerhatikan urutan dari ketiga signal di atas karena mencerminkan realitas struktural yang membedakan Siklus 8 dari siklus sebelumnya,” sebut Henan.

Dalam koreksi-koreksi terdahulu, papar Henan, Bank Indonesia hampir selalu memangkas suku bunga sebagai mekanisme yang mendorong modal untuk kembali ke ekuitas. Dalam Siklus 8, opsi itu dapat dibilang tidak tersedia, kenapa? Memotong suku bunga berarti melemahkan rupiah lebih lanjut, berlawanan dengan kebutuhan makroekonomi saat ini.

“Katalis pemulihan karena itu harus datang dari faktor lain, seperti pelemahan dolar AS yang berada di luar kendali Indonesia, atau resolusi struktural domestik yang memberi keyakinan modal asing untuk kembali tanpa perlu insentif suku bunga. Pengumuman MSCI pada 18 Juni nanti adalah faktor yang paling konkret dari opsi kedua tersebut,” beber Henan.

Keunikan Siklus 8

Share