Andalkan DTSEN, Dinsos PALI Siapkan 4 Jurus Entas Kemiskinan 2026 – Detiktoday.com

Andalkan DTSEN, Dinsos PALI Siapkan 4 Jurus Entas Kemiskinan 2026 – Detiktoday.com

Share
Share

Detiktoday.com, PALI – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bergerak cepat menyusun strategi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Memasuki tahun anggaran 2026, Dinsos PALI memaparkan arah kebijakan dan program prioritas yang menyentuh langsung kelompok masyarakat rentan.

Kepala Dinsos PALI, Edy Irwan, SE, M.Si, mengatakan program unggulan tahun ini difokuskan pada perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, penanganan kemiskinan, serta respons cepat terhadap korban bencana.

Menurutnya, seluruh program tersebut bertumpu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data utama guna memastikan intervensi sosial berjalan efektif dan bantuan tersalurkan tepat sasaran.

“Program prioritas kami di tahun 2026 diarahkan pada peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat. Semua instrumen mulai dari perlindungan, jaminan hingga pemberdayaan sosial akan digerakkan, dengan penguatan DTSEN sebagai basis data agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujar Edy Irwan di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026).

Edy menjelaskan, seluruh program Dinsos merupakan bentuk komitmen dalam mendukung visi dan misi Bupati PALI melalui penyelenggaraan pelayanan sosial yang berkualitas dan berkeadilan.

“Kami berkomitmen mendukung visi dan misi Bupati PALI melalui penyelenggaraan pelayanan sosial yang berkualitas serta peningkatan perlindungan terhadap masyarakat rentan. Target besarnya adalah penguatan ketahanan sosial masyarakat guna mewujudkan kesejahteraan yang merata dan berkeadilan di Bumi Serepat Serasan,” tegasnya.

Menghadapi dinamika dan tantangan anggaran, Dinsos PALI menerapkan sejumlah strategi agar program bantuan sosial tetap berjalan optimal. Strategi tersebut meliputi efisiensi penggunaan anggaran secara ketat dan terukur, penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, pemanfaatan sumber pendanaan lain yang sah, serta peningkatan akurasi data penerima manfaat secara berkala.

“Dengan penajaman akurasi data, kita memastikan bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berhak, sehingga setiap rupiah anggaran yang keluar berdampak nyata terhadap penurunan angka kemiskinan,” pungkas Edy Irwan.

Share