Detiktoday.com, SIDOARJO – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dari fraksi partai Gerindra sekaligus pemilik Rumah Sakit Sheila Medika, juga sebagai ketua Kesehatan Indonesia Raya ( Kesira) Jawa Timur, dr. Benjamin, M.Kes., M.A.R.S., berikan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga RW 04 yang berlokasi di Jalan Nyai Cempo Timur, Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (25/8/2026).
dr. Benjamin, M. Kes., M.A.R.S., mengajak masyarakat untuk memanfaatkan usia dan kesempatan hidup dengan memperbanyak aksi sosial serta membantu sesama.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan pelayanan cek kesehatan dan pengobatan gratis sekaligus silaturahmi bersama warga di lingkungan RW 04 sebagai tuan rumah kegiatan cek kesehatan dan pengobatan gratis serta bakti sosial berlangsung.
Dalam kesempatan itu, dr. Benjamin menegaskan bahwa kegiatan yang diikutinya bukan dalam kapasitas sebagai anggota dewan, melainkan sebagai dokter dan bagian dari masyarakat yang ingin memberikan pelayanan kesehatan.
“Hari ini saya tidak sebagai Dewan, tapi hari ini adalah sebagai saudara kalian, sahabat kalian. Saya sebagai dokter nanti saya mengobati bapak dan ibu sekalian. Kami usahakan memberikan yang terbaik,” ujar dr. Benjamin pemilik Rumah Sakit Sheila Medika.
Ia mengatakan, bertambahnya usia seharusnya membuat seseorang semakin sadar bahwa waktu hidup tidak dapat dipastikan. Karena itu, kesempatan yang dimiliki sebaiknya digunakan untuk berbuat baik dan menolong orang lain.
“Dengan kita tambah usia, saja yang terpikir itu satu. Bagaimana kita menghabiskan sisa napas kita untuk menolong sesama. Karena kita tidak tahu napas kita itu mau diambil kapan”, katanya.
Dalam kegiatan tersebut, dr. Benjamin juga menyoroti pentingnya pelayanan kesehatan yang cepat, khususnya bagi masyarakat lanjut usia.
Menurut dia, kegiatan pemeriksaan kesehatan tidak hanya menjadi sarana mendeteksi awal dari suatu penyakit, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan dan silaturahmi dengan masyarakat.
Dalam kesempatan itu dr. Benjamin juga menjelaskan bahwa Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) merupakan badan khusus di bawah partai Gerindra yang bergerak di bidang kesehatan dan kegiatan sosial.
Menurutnya, keberadaan Kesira diarahkan untuk membantu masyarakat melalui pelayanan kesehatan, bakti sosial, bantuan kemanusiaan, hingga dukungan terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Ia menyebut, ambulans Kesira telah tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur sebagai bagian dari upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat.
“Kesira itu adalah Kesehatan Indonesia Raya, suatu badan yang dibentuk memang buat menolong sesama,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya prinsip kesetaraan dalam pelayanan, masyarakat harus memperoleh kesempatan yang sama, termasuk dalam memperoleh akses kesehatan.
“Adil itu apa? Yang tadi disebutkan, seluruh masyarakat Indonesia, mau miskin, mau kaya, mau orang apa pun, harus kita perlakukan dengan adil. Sama, betul. Sama merata. Kesempatan peluang kerja sama, kesehatan sama,” tegasnya.
Salah satu program sosial yang disampaikan dr. Benjamin adalah pelayanan operasi bibir sumbing secara gratis di Rumah Sakit Sheila Medika. Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga di lingkungan RW 04 Desa Kedungturi, tetapi juga terbuka bagi masyarakat dari daerah lain yang membutuhkan.
“Kalau ada yang mau operasi bibir sumbing di Rumah Sakit Sheila Medika, bukan hanya warga Kedungturi, mungkin ada keluarga di Ponorogo atau Trenggalek atau daerah lain ada yang bibir sumbing, boleh hubungi Rumah Sakit Sheila Medika, gratis. Tidak ada biaya apa pun, tidak pakai BPJS,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, program tersebut dilaksanakan untuk membantu anak-anak yang berpotensi mengalami perundungan atau bullying akibat kondisi bibir sumbing ketika memasuki lingkungan sekolah.
“Supaya mereka tidak jadi korban bullying terus sewaktu dia bersekolah,” katanya.
dr. Benjamin juga meminta perangkat lingkungan dan kader masyarakat ikut membantu menginformasikan program tersebut kepada keluarga yang memiliki anak dengan kondisi bibir sumbing.
“Kalau ada warganya yang begitu kita bawa ke Rumah Sakit Sheila Medika, kita laksanakan. Warganya yang jauh-jauh boleh, dan lagi ini sifatnya gratis. Bener-bener ini amal,” ujarnya.
Dalam sambutannya, dr. Benjamin turut memberikan apresiasi kepada kader Posyandu yang dinilainya memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan stunting.
Ia menilai dedikasi kader Posyandu bukan semata-mata karena imbalan materi, melainkan karena kepedulian terhadap masyarakat.
“Ibu-ibu kader Posyandu kalian luar biasa. Ini bukan karena panggilan uang, tetapi panggilan jiwa menolong sesama, menolong cucu-cucu anak-anak kecil walaupun itu bukan cucunya Ibu atau keluarganya Ibu,” tuturnya.
Menurutnya, semangat tersebut perlu dipertahankan karena pembangunan kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk kader di tingkat lingkungan.
Selain persoalan kesehatan, dr. Benjamin juga menyampaikan informasi mengenai peluang kerja ke Jepang yang disebutnya tengah dijajaki bersama Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial Jawa Timur.
Ia mengatakan kesempatan tersebut ditujukan terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, dengan bidang yang antara lain mencakup perhotelan dan tenaga pendamping di fasilitas perawatan lansia.
“Jadi anak bapak dan ibu sekalian yang belum mendapatkan pekerjaan, kalau mau dikirim ke Jepang, silahkan. Bayarnya juga enggak begitu mahal,” katanya.
Ia menyebut, berdasarkan informasi yang disampaikannya, biaya keberangkatan melalui program tersebut diperkirakan sekitar Rp9,5 juta, sementara pendapatan di Jepang disebut dapat mencapai sekitar Rp24 juta per bulan dengan pendapatan bersih sekitar Rp19 juta setelah berbagai potongan.
Namun, ia menegaskan bahwa kesempatan tersebut ditujukan sebagai peluang kerja resmi dan bukan jalur pemberangkatan tenaga kerja ilegal.
“Lapangan pekerjaan ini resmi, bukan TKI atau TKW abal-abal,” tegasnya.
dr. Benjamin juga mengajak generasi muda mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Emas 2045 dengan menghindari narkoba, judi dan pinjaman online yang berisiko.
“Makanya anak-anak muda itu mesti dilatih, jangan pakai narkoba! Ya? Itu neraka. Jangan ikut pinjol, judi-judian.” pesannya.
“Karena anak-anak kita yang sekarang ini usianya 15 hingga 20 tahun yang akan menggantikan kita 20 yang akan datang sebagai penerus bangsa”, imbuhnya.
Menutup sambutannya, dr. Benjamin mengajak masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan suku, agama maupun kondisi ekonomi. Ia mengaitkan hal tersebut dengan semangat Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.
Menurutnya, berdaulat berarti Indonesia memiliki kekuatan sendiri dan tidak mudah dipengaruhi pihak asing. Sementara keadilan diwujudkan dengan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat.
“Dengan Indonesia berdaulat punya kekuatan sendiri, dengan Indonesia adil, diharapkan Indonesia akan makmur. Itulah kenapa visinya sekarang: Berdaulat, Adil, dan Makmur,” pungkas dr. Benjamin.
Pemeriksaan kesehatan gratis mendapat sambutan antusias, terutama dari warga lanjut usia. Salah seorang peserta, Siti Rukhaya, mengaku bersyukur karena kegiatan tersebut memudahkan warga mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus pergi jauh.
“Kegiatan ini sangat membantu kami, khususnya para lansia, karena bisa langsung periksa kesehatan dan dapat obat tanpa perlu jauh-jauh berobat,” ungkap Siti Rukhaya.
Sementara itu, peserta lainnya, Siti Yuni, mengetahui adanya peningkatan kadar asam urat setelah menjalani pemeriksaan. Menurutnya, hasil pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol berada dalam kondisi normal, sementara kadar asam uratnya mencapai 7,4.
“Alhamdulillah, semuanya normal seperti tekanan darah, kolesterol dan gula darah normal, hanya saja asam urat saya tinggi hingga 7,4,” ungkapnya.