JAKARTA, Detiktoday.com – Tren aksi jual emas oleh institusi global kembali berlanjut. Kali ini, giliran Azerbaijan yang melepas emas dalam jumlah besar setelah lonjakan harga emas mencapai rekor tertinggi.
Dikutip dari Minning.com, dana investasi negara Azerbaijan, State Oil Fund of the Republic of Azerbaijan (SOFAZ), menjual sekitar 22 ton emas pada kuartal I-2026. Nilai penjualan tersebut mencapai lebih dari US$ 3 miliar berdasarkan harga pasar saat ini.
Penjualan logam mulia ini menjadi yang pertama sejak SOFAZ mulai mengakumulasi emas pada 2012. Dalam beberapa tahun terakhir, lembaga ini justru dikenal sebagai salah satu pembeli emas terbesar di antara dana negara dan bank sentral global, yang turut mendorong reli harga emas ke level tertinggi sepanjang sejarah.
Lonjakan harga emas sebelumnya membuat porsi emas dalam portofolio SOFAZ meningkat tajam hingga sekitar 38% dari total aset senilai US$ 74 miliar pada akhir 2025. Padahal, batas alokasi emas yang ditetapkan dana tersebut hanya 35%, dengan toleransi deviasi maksimal 4%.
Meski tidak mengungkap alasan resmi penjualan, langkah ini diduga merupakan penyesuaian portofolio setelah harga emas melambung terlalu tinggi. Tekanan pasar global yang meningkat turut menjadi latar belakang aksi tersebut.
Pada akhir kuartal I-2026, pasar keuangan global dilanda volatilitas akibat ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Iran. Kondisi ini mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta lonjakan harga minyak, yang pada gilirannya menekan sejumlah negara berkembang.
Dalam situasi tersebut, beberapa negara dilaporkan mulai melepas cadangan emas untuk menjaga stabilitas mata uang mereka.
Portofolio Investasi Stabil