Ada Aksi Jual Emas Besar-besaran

Aksi Jual Emas Semakin Marak

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – World Gold Council (WGC) mengungkapkan jumlah aksi jual emas yang mulai menunjukkan angka besar pada kuartal pertama 2026.

“Bank sentral menjual bersih 30 ton emas pada bulan Maret, dengan penjualan dari Turki (60 ton) dan Rusia (16 ton) mengimbangi pembelian di tempat lain,” kata Kepala Riset Senior APAC di WGC, Marissa Salim, dikutip dari Kitco News, Rabu (6/5/2026).

Sebelum perang antara AS-Israel dengan Iran pecah, bank-bank sentral global memiliki hampir 830 ton emas. Angka tersebut turun sebesar 127 ton menjadi total 693 ton pada akhir Maret 2026.

WGC membeberkan, bank sentral turki melakukan aksi jual emas terbesar. Kepemilikan resmi logam mulia Turki dilaporkan menurun 79 ton.

“Sebagian besar penjualan terjadi pada bulan Maret dengan bank tersebut menggunakan tambahan 80 ton melalui swap emas,” beber Marissa Salim.

Tak hanya bank sentral Turki, Dana Minyak Negara Azerbaijan (SOFAZ) juga melakukan penjualan bersih 22 ton emas pada kuartal pertama 2026.

Diketahui, bank sentral Turki telah mulai membangun kembali cadangan emasnya seiring dengan pelepasan beberapa posisi swap dolar untuk emas yang digunakan selama puncak tekanan pasar.

Bank tersebut meningkatkan cadangan emasnya sebesar 30,7 ton selama minggu lalu, menurut data pemerintah terbaru, sehingga total peningkatan menjadi 36,4 ton dalam dua minggu terakhir dan membalikkan penurunan tajam dari operasi likuiditas sebelumnya.

Di sisi lain, permintaan emas tetap berlanjut di antara bank-bank sentral lainnya.

“Bank Nasional Polandia (11 ton) menjadi pembeli emas terbesar pada bulan Maret, diikuti oleh Bank Sentral Uzbekistan (9 ton) dan Bank Nasional Kazakhstan (6 ton),” beber WGC.

Adaun Bank Rakyat China yang memperpanjang pembelian emasnya hingga 17 bulan berturut-turut dan meningkatkan laju pembeliannya pada bulan Maret sebesar 5 ton.

Aksi beli emas juga diikuti oleh Uzbekistan sebesar 25 ton, Kazakhstan sebesar 13 ton, dan China sebanyak 7 ton, sementara Republik Ceko, Malaysia, Guatemala, Republik Kirgistan, Kamboja, Indonesia, dan Serbia juga melaporkan pembelian bersih satu ton emas atau lebih.

Share