Sarifah Ainun Jariyah Perkenalkan Program Megatani, Manfaatkan Teknik Budikdamber

Sarifah Ainun Jariyah Perkenalkan Program Megatani, Manfaatkan Teknik Budikdamber

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Anggota DPR RI dari Dapil Banten II Sarifah Ainun Jariyah, memperkenalkan solusi inovatif melalui program Megatani yang mengintegrasikan budidaya ikan dan sayuran dalam satu wadah sederhana yaitu ember.

Program yang diluncurkan di Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten, ini memanfaatkan teknik Budikdamber, singkatan dari Budidaya Ikan dalam Ember, sebagai upaya membangun ketahanan pangan dari level rumah tangga.

Puluhan warga Kecamatan Curug menerima paket lengkap bantuan berupa ember yang telah dimodifikasi khusus, benih ikan lele siap tebar, bibit sayuran kangkung, serta paket nutrisi ikan. Semua diberikan secara gratis untuk memudahkan masyarakat memulai budidaya mandiri di rumah.

“Lewat Megatani, warga bisa panen protein hewani dari ikan dan vitamin dari sayuran sekaligus dalam satu wadah,” jelas Sarifah saat menyerahkan bantuan kepada warga dikutip Rabu (6/5/2026).

Teknologi Budikdamber yang diterapkan dalam program ini memanfaatkan sistem ekologi sirkular yang efisien. Kotoran ikan yang mengandung amonia berfungsi sebagai pupuk alami bagi tanaman sayuran di atasnya, sementara akar tanaman berperan sebagai biofilter yang menjaga kualitas air bagi ikan di bawahnya.

Sistem ini tidak hanya hemat lahan, tetapi juga hemat air karena tidak memerlukan pergantian air secara rutin. Perawatan harian pun relatif mudah dilakukan oleh siapa saja, termasuk ibu rumah tangga yang tidak memiliki pengalaman bertani atau beternak.

Program Megatani hadir di tengah tantangan ketahanan pangan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari dinamika geopolitik global hingga fluktuasi harga komoditas pangan di pasar domestik. Sarifah menekankan pentingnya membangun kedaulatan pangan yang dimulai dari unit terkecil masyarakat: keluarga.

“Kami ingin memastikan setiap dapur warga tetap ‘ngebul’ dengan bahan pangan yang sehat dan bergizi,” ujar Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Dengan mengelola sumber pangan sendiri, keluarga tidak hanya dapat menghemat pengeluaran belanja harian, tetapi juga memiliki kendali penuh atas kualitas dan keamanan pangan yang dikonsumsi. Hal ini menjadi penting terutama bagi keluarga dengan anak-anak yang membutuhkan asupan gizi seimbang untuk tumbuh kembang optimal.

Sarifah menyoroti peran strategis perempuan, khususnya ibu rumah tangga, sebagai pengelola ekonomi dan pangan keluarga. Program Megatani dirancang untuk memberdayakan perempuan agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen pangan di tingkat rumah tangga.

“Jika setiap rumah tangga sudah mampu berdaulat secara pangan, maka ketahanan pangan nasional kita akan jauh lebih kokoh,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan konsep kemandirian bangsa yang menekankan pentingnya berdiri di atas kaki sendiri (Berdikari) dalam memenuhi kebutuhan dasar, termasuk pangan.

“Ini adalah persembahan kami untuk rakyat, sejalan dengan visi tentang pentingnya kemandirian bangsa di atas kaki sendiri,” kata Sarifah.

Program Megatani yang diluncurkan di Kecamatan Curug ini diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi oleh masyarakat di berbagai daerah, terutama kawasan urban dengan keterbatasan lahan pertanian.

Sarifah optimis bahwa dengan metode yang sederhana namun efektif ini, masyarakat perkotaan sekalipun dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional melalui produksi pangan skala rumah tangga. 

Ke depan, program serupa direncanakan akan diperluas ke wilayah-wilayah lain dalam daerah pemilihan Sarifah, dengan harapan dapat membentuk komunitas-komunitas Budikdamber yang saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam memproduksi pangan mandiri.

Program ini juga menjadi contoh bagaimana anggota legislatif dapat berkontribusi langsung dalam mengimplementasikan solusi konkret untuk isu-isu strategis nasional, seperti ketahanan pangan, di tingkat akar rumput.

Share