JAKARTA, Detiktoday.com – Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, terutama investasi dan keuangan, Detiktoday.com telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam berinvestasi. Berikut 5 berita paling populer hingga Senin (22/1/2025):
1. 8 Saham Bakal Ngegas Kencang sampai Akhir Tahun, Ada BBCA
DBS Group melihat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menyentuh 8.000 sampai akhir 2026. Ada delapan saham pilihan bank investasi ini, termasuk BBCA.
DBS menilai, target itu sudah memperhitungkan pelemahan rupiah, ketidakpastian regulasi, serta Risiko geopolitik. Target itu mencerminkan PER 12,6 kali, atau -1 standar deviasi dari rata-rata 10 tahun sebesar 15 kali.
Dalam keadaan sekarang, DBS memilih saham yang memiliki visibilitas laba bersih kuat, neraca sehat, dan model bisnis defensf. Selain BBCA, DBS menetapkan saham pilihan lainnya hingga akhir 2026 dengan rekomendasi buy, saham apa sajakah?
2. Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Senin 22 Juni 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan terpantau solid di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi (HRTA), dan Laku Emas pada Senin pagi, 22 Juni 2026.
Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon pembeli maupun investor emas perhiasan disarankan untuk terus memantau harga agar bisa mengambil keputusan terbaik, baik untuk membeli maupun menjual emas.
Cek daftar harga emas perhiasan berdasarkan data dari Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi (HRTA), dan Laku Emas dalam berbagai kadar karat pada Senin (22/6/2026) di sini.
3. DSSA Bergeser Haluan
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menata kembali portofolio bisnisnya dengan mengonsolidasikan ekosistem telekomunikasi dan teknologi milik induknya, Grup Sinar Mas. Konsolidasi ini menandai bergesernya haluan DSSA dari sebelumnya bergantung pada bisnis batu bara, kini secara bertahap mengarah ke bisnis yang lebih tahan banting.
Perubahan haluan bisnis tersebut tercermin dari manuver DSSA yang akan menjadi penerima manfaat akhir dari perusahaan kabel serat optik laut dan terestrial (darat), PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR), setelah diakuisisi PT Inti Mas Bangun Sejahtera (IMBS) selaku afiliasi Grup Sinar Mas.
Tender offer sukarela (voluntary tender offer/VTO) akuisisi 35% saham KETR ini dibanderol pada harga Rp523 per saham dan dijadwalkan berlangsung pada 28 Juli hingga 26 Agustus 2026.
4. Amunisi Besar Emiten Grup Sinar Mas, Siap Melompat
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), emiten Grup Sinar Mas, mengoperasikan pabrik baru yang akan menjadi amunisi besar lompatan kinerja. Target harga saham INKP pun dipatok tinggi.
Pabrik baru Indah Kiat (INKP) di Karawang dengan kapasitas produksi 2,4 juta metrik ton (MT) mulai beroperasi pada kuartal I-2026. Pabrik ini diperkirakan bakal memberikan dorongan signifikan terhadap kinerja operasional maupun keuangan Indah Kiat.
Selain itu, kondisi harga yang lebih kondusif seiring pasokan yang makin ketat, serta prospek permintaan yang tetap kuat untuk produk kertas kemasan dan kertas tisu berpotensi menjadi tambahan katalis bagi pertumbuhan kinerja emiten berkode saham INKP tersebut.
5. Ujian Berat Emiten Grup Salim, Saham Hold Dulu
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), emiten Grup Salim, bakal menghadapi ujian yang lebih berat seiring lonjakan harga komoditas. Saham ICBP disarankan hold dulu.
Indofood CBP membukukan pendapatan sebesar Rp 21,7 triliun pada kuartal I-2026, meningkat 16,9% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter on quarter/qoq) atau 7,6% dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).
MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi hold saham ICBP. Target harga saham ICBP merefleksikan estimasi valuasi PE 2026 sebesar 9,2 kali dan PBV mencapai 1,1 kali, berapakah itu?