Detiktoday.com, ACEH TAMIANG – BPJS Kesehatan terus mendorong peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya melalui upaya preventif dengan pemanfaatan layanan Skrining Riwayat Kesehatan.
Program skrining riwayat kesehatan bertujuan untuk membantu peserta mengenali kondisi kesehatannya sejak dini, sehingga langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan secara lebih tepat dan cepat.
Skrining riwayat kesehatan menjadi salah satu langkah penting bagi peserta JKN untuk menjaga kesehatan dan dapat dilakukan setahun sekali dengan minimal usia pesertanya adalah 15 tahun.
Berawal dari rasa penasaran, Edy Suandy Hasudungan Hutasoit (21) salah seorang perantau yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Samudra Kota Langsa telah merasakan manfaat dari Skrining Riwayat Kesehatan.
“Saya awalnya lagi buka Aplikasi Mobile JKN untuk melihat apa saja fitur-fiturnya. Saya tertarik dengan fitur Skrining Riwayat Kesehatan, dan ternyata isi dari fitur tersebut terdapat beberapa pertanyaan yang dapat mendeteksi penyakit yang mungkin saja saya alami,” kata Edy pada Selasa (2/6/2026).
Dari hasil Skrining, ia tidak menyangka, beberapa pertanyaan sederhana justru membuatnya berhenti sejenak dan merenung. Pola makan yang sering terlewat, jarangnya berolahraga, serta waktu istirahat yang tidak teratur perlahan terasa nyata ketika hasil skrining riwayat kesehatan yang muncul di Aplikasi Mobile JKN nya itu.
“Dari hasil yang muncul, saya jadi lebih sadar terhadap risiko kesehatan yang mungkin saya alami. Ini membuat saya lebih memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, menurut Edy skrining ini sangat membantu untuk deteksi dini penyakit kronis. Selanjutnya, ia bisa mengambil langkah pencegahan lebih cepat.
“Saya merasa lebih tenang mengetahui kondisi kesehatan secara berkala. Merantau dan jauh dari keluarga harus mampu mandiri dalam segala hal. Aplikasi Mobile JKN adalah solusi praktis yang memudahkan hidup sebagai perantau. Satu aplikasi untuk berbagai kebutuhan layanan kesehatan. Pengecekan status kepesertaan, pembayaran iuran, antrean online, informasi fasilitas kesehatan, hingga layanan skrining. Semua bisa diakses kapan saja dan dimana pun saat dibutuhkan,” tambah Edy.
Ia menilai skrining riwayat kesehatan merupakan layanan yang sangat bermanfaat karena mendorong peserta JKN agar lebih peduli terhadap kondisi tubuh sejak dini. Melalui pemanfaatan skrining secara rutin, peserta dapat memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatannya.
“Skrining ini membuka wawasan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya ketika sudah sakit, tetapi justru sejak dini. Hidup saya menjadi terkontrol dan termotivasi untuk hidup lebih sehat. Saya berharap semakin banyak masyarakat yang tidak ragu memanfaatkan layanan ini. Langkah kecil ini akan membawa perubahan besar bagi kesehatan kita,” tukasnya.