Home ADIKARYA PARLEMEN Diah Fitri Maryani Tinjau Dampak Banjir di Cirebon, Salurkan Bantuan untuk Warga

Diah Fitri Maryani Tinjau Dampak Banjir di Cirebon, Salurkan Bantuan untuk Warga

Share
Share

Detiktoday.com — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Diah Fitri Maryani, SE., MM, turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Kabupaten Cirebon pada Sabtu, 27 Desember 2025. Kunjungan ini menjadi wujud kepedulian sekaligus tanggung jawab sebagai wakil rakyat terhadap masyarakat yang mengalami musibah.

Menurut Diah, kehadirannya di lokasi bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi warga serta memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan baik. Berdasarkan data sementara, banjir melanda 24 desa yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Cirebon. Salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup serius adalah Desa Kebarepan, Kecamatan Plumbon.

Di Desa Kebarepan, terdapat empat titik banjir yang tersebar di kawasan permukiman, yakni Perumahan Griya Anggrek, Plumbon Indah, Bumi Asri, dan Graha Kartika. Fokus kunjungan Diah dilakukan di Perumahan Griya Anggrek RT 02 RW 09, yang mengalami kerusakan cukup signifikan akibat genangan air.

“Dari hasil pendataan sementara, tercatat 18 rumah mengalami kerusakan ringan dan dua rumah mengalami rusak berat akibat banjir,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Diah didampingi oleh jajaran Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Taruna Siaga Bencana (Tagana), aparat Kecamatan Plumbon, perangkat Desa Kebarepan, serta Ketua RW setempat.

Bersamaan dengan kunjungan tersebut, bantuan logistik disalurkan kepada warga terdampak. Bantuan yang diberikan antara lain selimut, matras, pakaian, kaos dan seragam sekolah, mi instan, abon sapi Pronas, makanan anak, perlengkapan mandi, serta beras guna membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Diah menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi secara merata di wilayah Kabupaten Cirebon dan daerah hulu, termasuk Kabupaten Kuningan. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah sungai meluap karena tidak mampu menampung debit air yang besar.

Selain faktor curah hujan, ia menambahkan bahwa pendangkalan sungai akibat sedimentasi, tersumbatnya saluran drainase, alih fungsi lahan hijau di daerah dataran tinggi, serta sampah yang menghambat aliran sungai turut memperparah kondisi banjir.

Untuk penanganan pascabencana, pemerintah daerah telah bergerak cepat dengan melibatkan BPBD, Tagana, Brimob, serta tenaga kesehatan guna memastikan keselamatan dan kesehatan warga terdampak.

Di sisi lain, warga Perumahan Griya Anggrek berharap pihak pengembang perumahan dapat segera berkoordinasi dengan pemerintah dan masyarakat. Mereka menginginkan adanya solusi konkret, khususnya terkait perbaikan bangunan yang rusak serta pembenahan infrastruktur, agar bencana serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *