Siap-siap Harga Emas Bisa Tembus Segini

Emas Terus-terusan Diborong Bank SentralEmas Terus-terusan Diborong Bank Sentral

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.comEmas terus mempertahankan dominasinya di pasar keuangan global sebagai cadangan aset bank-bank sentral global.

Dikutip dari Kitco News, Rabu (3/6/2026), Bank Sentral Eropa (ECB) dalam laporan tahunannya mencatat bahwa emas telah melampaui obligasi pemerintah AS sebagai bagian terbesar dari aset cadangan global.

Tren ini terjadi meskipun permintaan emas di antara bank sentral melambat tahun lalu.

Para analis di ECB mengatakan, emas mewakili sekitar 27% dari aset cadangan global pada akhir 2025. Pada akhir tahun 2024, kepemilikan emas mencapai 20% dari total cadangan global.

Seiring dengan melonjaknya permintaan dan harga emas, kepemilikan obligasi pemerintah AS (U.S. Treasuries) telah menurun, mewakili sekitar 22% dari total cadangan, turun dari 25% pada tahun 2024.

“Perkembangan ini sebagian besar mencerminkan efek valuasi. Secara nominal, harga emas melonjak sekitar 60% dan 30% pada tahun 2025 dan 2024, yang secara mekanis meningkatkan pangsa emas dalam total cadangan devisa resmi. Dengan mengoreksi efek valuasi tersebut menggunakan harga emas pada akhir tahun 2023, pangsa euro (16%) tetap setara dengan pangsa emas (16%), sementara pangsa obligasi pemerintah AS terus jauh lebih tinggi (26%),” kata para analis di ECB dalam laporan tersebut.

Sebelumnya, Dewan Emas Dunia (World Gold Council) melaporkan bahwa bank sentral meningkatkan cadangan emas resmi mereka sebesar 863 ton, sedikit turun dari lebih dari 1.000 ton yang dibeli pada masing-masing tiga tahun sebelumnya.

Bank Sentral Eropa (ECB) menyatakan, selain perannya sebagai alat diversifikasi, bank sentral juga melihat emas sebagai lindung nilai geopolitik.

“Bank sentral dengan pembelian emas yang lebih besar cenderung berlokasi di wilayah yang menghadapi risiko konflik eksternal yang tinggi. Sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, Tiongkok telah membeli lebih dari 350 ton emas, diikuti oleh Polandia (320 ton), Turki (220 ton), dan India (130 ton). Selain itu, Polandia, dengan sekitar 100 ton, tetap menjadi pembeli sektor resmi terbesar pada tahun 2025, diikuti oleh Kazakhstan, Brasil, Tiongkok, dan Turki,” papar ECB.

Bagaimana Kelanjutan Tren Permintaan Emas Bank Sentral?

Share